Breaking News:

Kapal Pesiar Akan Bersandar di Pelabuhan Tanjung Batu

Salah satu pelabuhan yang dilirik oleh Investor Singapura untuk berinvestasi di Negeri Laskar Pelangi, Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau

Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Salah satu pelabuhan yang dilirik oleh Investor Singapura untuk berinvestasi di Negeri Laskar Pelangi, Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau. Pelabuhan tersebut rencana sebagai pintu masuk Kabupaten Belitung, setelah Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan.

Berbagai kapal berukuran besar rencana akan bersandar di Pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Tidak terkecuali Kapal Pesiar yang bermuatan 2000 orang penumpang, berencana bakal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Batu.

"Kemarin mereka sudah survey langsung dan mereka membutuhkan pelabuhan untuk kapal Pesiar. Kami intinya siap saja untuk itu, dan memang nanti yang dibawa adalah wisatawan. Nanti akan ada komunikasi lebih lanjut, secara mendetail," kata Direktur Utama PT Tanjung Batu Port Iskandar Rosul kepada Posbelitung.co, Jumat (28/9/2018).

Namun untuk kondisi saat ini, pelabuhan Tanjung Batu sembari berjalan aktivitas bongkar muat, kegiatan pembenahan tetap berlangsung. Terutama dibagian sisi laut, yaitu Dermaga, Trestle & Causeway.

"Insya Allah di tahun 2019 mendatang pelabuhan ini dapat kucuran anggaran dari Kementerian untuk perbaikan. Tapi nilainya kami belum mengetahui secara detail, karena ranah KSOP," ujarnya.

Besar nilai untuk perbaikan pelabuhan tersebut, hasil dari Penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan oleh konsultan Pemerintah Pusat, secara keseluruhan sebesar Rp 54 miliar. Namun pemerintah pusat memberikan kucuran anggaran tersebut secara bertahap.

Perbaikan itu diberikan untuk bagian sisi laut (Dermaga, Trestle & Causeway). Belum bisa dipastikan secara detail kapan kucuran anggaran perbaikan Tanjung Batu itu bisa direalisasikan oleh pihak Kementerian.

"Apabila tidak ada halangan di tahun 2019, tapi untuk kepastian bulan berapa, kapan kami belum mengatahui. Kalau besarannya di tahap tahun depan itu Rp 11,8 miliar dan dikucurkan secara bertahap," kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan Afriyon Putra melalui staf KSOP Iswandi.

Ditahap pertama dan kedua pengerjaan perbaikan Pelabuhan tersebut, kata dia, di bagian Trestle & Causeway, serta penebalan jalan sejauh 400 meter. Tapi itu masih harus dikoordinasikan lebih lanjut, lantaran KSOP harus melakukan rapat dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

"Tapi intinya tetap akan diupayakan ada aktivitas agar kegiatan perekonomian tidak terhambat, teknisnya kontraktor nanti. Perbaikan ini juga tentu untuk terus membangkitkan perekonomian di Belitung," bebernya.

Kata Iswandi, kapal yang bisa bersandar di pelabuhan tersebut, tidak boleh lebih dari 28 DWP. Kapasitas sandaran kapal tersebut, kini sudah ditetapkan oleh konsultan yang berkompeten.

"Karena ini terkait draff air juga, terutama pasang surut air. Kalau terlalu besar dari itu, takut nya kandas. Contoh kemarin ada kapal kaolin yang ingin sandar, tapi karena terlalu besar, jadi tidak bisa," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved