Nekat Rampok Rumah Polwan, Ari Dihadiahi Timah Panas

Pelaku mulanya datang ke rumah korban dengan modus untuk menagih uang jaga malam ke kediaman sang polwan.

Nekat Rampok Rumah Polwan, Ari Dihadiahi Timah Panas
KOMPAS.com/ Aji YK Putra
Ari (21) ketika berada di Polresta Palembang, usai ditangkap petugas karena telah melakukan aksi perampokan dan membawa tiga unit handphone, Minggu ( 30/9/2018) .Ari diketahui telah merampok rumah polwan yang ketika itu sedang sepi. 

POSBELITUNG.CO - Entah apa yang ada di dalam benak Ari (21) warga Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju, Palembang, Sumatera Selatan hingga nekat merampok rumah seorang anggota Polwan, Bripka Andrianti (45).

Pencurian itu terjadi di rumah korban di Jalan Riau Kelurahan, Perumahan OPI, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, pada Sabtu (29/9/2018).

Pelaku mulanya datang ke rumah korban dengan modus untuk menagih uang jaga malam ke kediaman sang polwan.

Saat melihat situasi sepi dan hanya ada M (10), anak Bripka Andrianti di rumah itu, Ari langsung menodongkan senjata tajam.

M yang diancam dengan menggunakan senjata tajam amat ketakutan. Sehingga, Ari dengan leluasa beraksi dan berhasil menggondol tiga buah ponsel.

Setelah pelaku kabur, M kemudian menghubungi Bripka Andrianti yang saat itu sedang bertugas di Polresta Palembang.

“Anak saya sempat didorong pelaku dan mengambil tiga unit handphone yang ada di dalam rumah. Anak saya ketakutan karena sempat ditodong pisau,” kata Bripka Andrianti.

Sehari kemudian yaitu pada Minggu (30/9/2018) unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang mendapatkan informasi keberadaan Ari.

Polisi bergerak untuk menangkap sang pencuri. Namun, Ari berusaha kabur saat mengetahui akan dibekuk sehingga tak ayal petugas menghadiahkan timan panas kepada pemuda itu.

Ari mengaku, ia tidak mengetahui jika rumah tersebut merupakan kediaman seorang polwan. Niat merampok itu muncul, karena kondisi rumah yang sepi.

“Saya sendirian, ketika di rumah itu hanya ada anak korban.Saya tidak tahu kalau itu rumah polisi,” ujarnya.

Kanit Pidum Polresta Palembang, Iptu Tohirin menerangkan, dari tersangka petugas mendapatkan barang bukti tiga unit handpone yang belum sempat dijual dan sepeda motor yang digunakan untuk melakukan aksi perampokan.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” ujar Tohirin.

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved