Warga Heboh, Hiu Paus Berukuran 5 meter Terjaring Pukat Nelayan Desa Rambat

Hiu Paus atau dikenal masyarakat dengan sebutan Hiu Tutul terjaring oleh nelayan Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip saat menjaring ikan

IST
Warga antusias menyaksikan Hiu tutul di laut Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (3/10/2018) 

POSBELITUNG.CO--Hiu Paus atau dikenal masyarakat dengan sebutan Hiu Tutul terjaring oleh nelayan Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip saat menjaring ikan di laut Rambat, Rabu (3/10/2018) 

Diceritakan Hella Chaniago peristiwa terjaringnya hiu paus dengan panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter dengan berat hampir satu ton tertangkap sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, Hella  sedang menjaring ikan tenggiri.

" Hiu ini menyangkut di pukat pada tarikan kedua bersama ikan tenggiri, tarikan pertama hanya ikan tenggiri saja yang dapat," cerita Hella.

Saat jaringnya tersangkut hiu tersebut Hella dan rekannya Umar Karya (64) mengaku sempat cemas lantaran ikan tersebut bisa saja membuat perahu mereka oleng dan terbalik.

Untuk itu, mereka berinisiatif menarik jaring atau pukat mereka ke pesisir secara pelan-pelan.

" Pas tahu ada Hiu tutul tersangkut, kami tarik ke pesisir secara pelan-pelan. selain takut perahu kami terbalik kalau hiunya berputar balik. kita juga sayang sama hiunya, dan juga jaring kita, siapa tahu masih bisa digunakan dan diselamatkan" ucapnya.  

Sesampai di pesisir, mereka segera melepas jaring yang menyangkut di tubuh hiu tutul.

" Setelah kami selamatkan, hiu tersebut langsung kami lepaskan kembali," ucap Hella.

Hiu Paus atau Cucut Geger Lintang

Hiu paus, Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya (Ingg.: whale shark) karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus.

Disebut pula dengan nama geger lintang (dari bahasa Jawa: punggung berbintang) dan hiu tutul (nama yang cenderung menyesatkan, karena banyak jenis cucut yang berpola tutul), merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit.

Hiu ini mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun.

Spesies ini dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu.

Cucut geger lintang merupakan hewan terbesar yang masih hidup di dunia, di luar paus. Ukuran rata-rata hewan dewasa diperkirakan sekitar 9,7 meter (31,8 ft) dan seberat 9 ton.

Spesimen terbesar yang dapat diverifikasi, adalah yang tertangkap pada 11 November 1947, di Karachi, Pakistan. Panjangnya sekitar 12,65 meter (41,50 ft) dan beratnya lebih dari 21,5 ton, sementara lingkar badannya sekitar 2,1 meter (6,9 ft).

Bukan jarang kisah-kisah mengenai geger lintang yang berukuran jauh lebih besar – dengan panjang hingga 18 meter (59 ft) dan berat hingga 45,5 ton, namun sejauh ini tidak ada bukti-buktinya secara ilmiah.

Sebagai pemakan plankton, yang memperoleh mangsanya dengan menyaring air laut, hiu paus memiliki mulut yang berukuran besar, hingga selebar 1,5 meter (4,9 ft) yang berisikan 10 lembaran penyaring dan sekitar 300 hingga 350 deret gigi kecil-kecil. Ikan ini juga memiliki lima pasang insang berukuran besar.

Dua mata yang kecil terletak di ujung depan kepalanya yang datar dan lebar. Warna tubuhnya umumnya keabu-abuan dengan perut putih; tiga gigir memanjang terdapat di masing-masing sisi tubuhnya, serta lukisan bintik-bintik dan garis kuning keputih-putihan yang membentuk pola kotak-kotak.

Pola bintik-bintik yang mengesankan sebagai taburan bintang itu bersifat khas untuk masing-masing individu, dan acap digunakan dalam perhitungan populasi. Kulitnya hingga setebal 10 sentimeter (3,9 in). Sirip punggung dan sirip dada masing-masing sepasang. Pada hewan muda, sirip ekornya lebih panjang yang sebelah atas; sementara pada hewan dewasa sirip ini lebih berbentuk seperti bulan sabit.

Ikan yang Jinak

Terlepas dari ukurannya yang meraksasa, hiu paus diketahui tidak berbahaya bagi manusia.

Meski bertubuh besar, geger lintang adalah hewan laut yang jinak dan kadang-kadang membiarkan para penyelam menungganginya, walaupun tindakan ini tidak dibenarkan oleh para peneliti hiu dan konservasionis.

Geger lintang muda sebenarnya cukup lembut dan dapat diajak bermain-main oleh para penyelam.

Berenang dengan lamban, ikan ini acap dijumpai penyelam di banyak lokasi penyelaman di wilayah tropis, termasuk di Thailand, Maladewa, Filipina, Taiwan, Indonesia, Pulau Christmas, Sri Lanka dan lain-lain.

Populasi Terancam

Populasi geger lintang terancam oleh aktivitas penangkapannya (dengan menggunakan harpun), atau secara tak sengaja terbawa dalam jaring ikan.

Nelayan di berbagai tempat (India, Pakistan, Maladewa, Taiwan, dan Filipina) menangkap dan memperdagangkan ikan ini untuk dagingnya, minyak liver, serta siripnya yang berharga mahal.

Di Indonesia, hampir setiap tahun diberitakan adanya hiu tutul yang terdampar di pantai atau terjerat jaring nelayan.

Catatan ini setidaknya ada mulai tahun 1980, ketika seekor geger lintang terdampar di pantai Ancol, hingga baru-baru ini, tatkala dua ekor ikan serupa tersesat dan mati di pantai selatan Yogyakarta di bulan Agustus 2012.

Akan tetapi, kejadian terbanyak adalah di sekitar Selat Madura, di mana tingginya lalu lintas kapal dan keruwetan jaring nelayan mungkin menyumbang pada kematian geger lintang di setiap tahunnya.

(Bangkapos.com, wikipedia)
 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved