Kabar Begal Bikin Warga Merawang Bangka Sweeping, Ternyata Begini Kata Polisi

Mahasiswa itu pakai motor dari UBB arah ke lampu merah (Pagarawan). Pas di dekat SMP 2, dia lihat ada orang, satu lagi berdiri dan satu duduk di motor

Kabar Begal Bikin Warga Merawang Bangka Sweeping, Ternyata Begini Kata Polisi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi begal 

POSBELITUNG.CO-- Seorang mahasiswa UBB diperiksa polisi. Pemuda ini dimintai keterangan terkait penyebaran kabar adanya begal di Jl SMPN 2 Merawang Bangka, antara Desa Pagarawan dengan Desa Balunijuk, Minggu (7/10/2018) dinihari. Polisi turun ke lokasi, namun tak menemukan bukti terjadinya kasus kriminal, seperti informasi yang beredar di media sosial (medsos).

"Nggak ada yang jadi korban. Kemarin (Minggu dinihari) yang buat kabar (mahasiswa) sempat dimintai keterangan oleh Kades (Pagarawan-Balunijuk) dan Bhabinkantibmas. Jadi tidak ada pembegalan," kata Kapolres Bangka aKBP M Budi Ariyanto ketika dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Minggu (7/10/2018) terkait berita di media sosial yang menyebutkan terjadi begal di kawasan ini.

Hasil interogasi pihak kepolisian kata Sophian, kejadian berawal, saat seorang mahasiswa UBB mengendarai sepeda motor di jalur yang di maksud.

"Mahasiswa UBB itu pakai motor dari UBB arah ke lampu merah (Pagarawan). Pas di dekat SMP 2, dia lihat ada orang, satu lagi berdiri dan satu duduk di motor di pinggir jalan," kata Sophian tanpa menyebut nama mahasiswa yang menyebar kabar adanya begal ini.

Ketika itu jarak antara mahasiswa dengan dua orang yang ia duga sebagai pelaku begal, cukup jauh dalam keadaan gelap atau tak terlihat jelas.

"Jarak pandang sekitar 50 meter tanpa adanya lampu jalan. Jadi mahasiswa ini melihat orang tadi seperti bawa benda di tangannya. Lalu mahasiswanya langsung balik kanan (putar arah), nggak ada kejadian apa-apa," katanya.

Kabar ini pula yang kemudian membuat konsentrasi massa di wilayah tersebut terjadi. Tak hanya Kades dan warga, namun polisi dari sektor Merawang juga turun ke lokasi.

"Namun tidak ditemukan apa-apa. Setelah mahasiswa tersebut dimintai keterangan oleh Kades dan Bhabinkantibmas, mahasiswa itu juga tidak bisa memastikan apakah itu begal atau bukan," katanya.

Karena tak ada kepastian soal dua orang yang dilihat mahasiswa dalam kegelapan di pinggir jalan yang dimaksud, konsentrasi massa pun dibubarkan. Namun demikian, polisi tetap memantau keadaaan, sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Akhirnya Kades menyuruh masyarakat untuk bubar," katanya.

Mengenai kronologis berita begal yang kemudian jadi heboh, Sophian memastikan polisi telah menelusurinya di media sosial (medsos). Hasil penyelidikan diketahui, mahasiswa UBB yang dimaksud lah yang menjadi sumber awal sehingga beredarnya kabar menakutkan ini.

"Mahasiswa tersebut langsung menyebarkan berita adanya begal di group WA. Kebetulan di group itu ada warga Desa Pagarawan, dan dengan Warga Pagarawan itu disebarkan lagi ke group karang taruna. Sehingga tidak lama setelah kabar tersebut beredar, warga ramai-ramai melakukan sweeping di lokasi yang dikatakan ada begal," jelas Sophian.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved