Sempat Diremehkan Jadi Wawali Kota Palu, Pasha Ungu Buktikan Tindakan Nyata Bangkitkan Lagi Palu

Sejak usia remaja, sekitar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mungkin, saya bukan remaja yang kagum dengan lagu dari musisi luar negeri

Sempat Diremehkan Jadi Wawali Kota Palu, Pasha Ungu Buktikan Tindakan Nyata Bangkitkan Lagi Palu
Instagram/pashaholic_vm
Pasha Ungu angkat galon untuk kebutuhan korban tsunami palu 

Tak butuh waktu lama untuk mencari, ternyata saat itu, album Ungu berada pada rak VCD Best Seller!

Grup Band Ungu
instagram.com/ungu_band
Grup Band Ungu

“Oh ternyata lagu Ungu yang saat itu diperdengarkan di radio merupakan lagu yang laris saat ini,” pikir saya saat itu dan tanpa pikir panjang, saya meminta ibu saya, yang kebetulan menemani saya untuk membeli VCD tersebut dengan janji akan saya tukar uangnya ketika di rumah.

Sampai di rumah, saya melihat isi dalam box mika plastic pada eranya tersebut, tanpa tahu apa lagu-lagunya selain lagu yang saya dengarkan di radio.

Di dalamnya terdapat biodata para personil. Saya masih ingat sekali, lima pentolan Ungu itu masih bertahan hingga saat ini.

Oncy yang khas dengan jambang tipis di bawah mulutnya sebagai gitaris, Enda yang juga sebagai gitaris, berwajah cool dan jadi idola saat itu, Rowman sebagai drummer, sedangkan Makki sebagai bassist.

Tak lupa, Sigit Purnomo Syamsuddin Said, vokalis yang bersuara serak basah itu. Pasha, begitu orang memanggilnya.

Singkat cerita, entah mengapa saya bergabung dalam anggota Cliquers, sebutan bagi fans grup band Ungu.

Meski saya tak sempat ikut nonton konser Ungu ke sana ke mari, tetapi saya pernah berkesempatan untuk datang dalam acara Meet and Greet Ungu di salah satu hotel di kota saya, tentu dengan uang yang sudah saya tabung berbulan-bulan lamanya.

Sekitar 2005-an, kalau tidak salah. Pasha menjadi idola bagi semua umat, perempuan khususnya. Terlalu berlebihan mungkin, tetapi saat itu, ramai sekali remaja-remaja mengenakan kaos dengan logo Ungu yang khas itu.

Kalau tidak putih-ungu, ya hitam-ungu, atau ungu saja, begitu kaos remaja perempuan bahkan laki-laki saat itu.

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved