Tak Menyangka, Teman Sejak SMP Diduga Tega Racuni Erawati Saat Makan Bakso

Kejadian ini mengingatkan pada kasus kopi beracun sianida ala Jessica Kumala Wongso yang menyebakan kematian Wayan Mirna Salihin.

SERAMBINEWS.COM/MASRIZA
Erawati (tengah) didampingi suaminya, Efendi, warga Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam bersama kuasa hukumnya dari YARA, Safaruddin SH melakukan konferensi pers terkait kasus pencurian dengan kekerasan yang dialaminya di Kantor YARA, Banda Aceh, Senin (8/10). 

POSBELITUNG.CO--Erawati (37), warga Gampong Mulia, Kuta Alam yang juga berprofesi sebagai guru gaji di sebuah TPA di desa setempat diduga diracuni oleh teman dekatnya, Mauliza (37) saat makan bakso di rumah korban pada Kamis 27 September lalu.

Kejadian ini mengingatkan pada kasus kopi beracun sianida ala Jessica Kumala Wongso yang menyebakan kematian Wayan Mirna Salihin.

Kasus itu terungkap setelah korban sembuh dari penyakit yang diduga keracunan. Erawati kemudian melaporkan pelaku ke Polsek Kuta Alam.

Tapi, dalam laporannya, korban tidak membuat aduan percobaan pembunuhan karena tak ada bukti, tapi aduan pencurian dengan kekerasan sebab pelaku sempat mengambil kalung emas seberat 8 mayam dari leher korban saat korban lemas.

Pengakuan itu disampaikan Erawati bersama suaminya, Efendi (43) dan kuasa hukumnya, Safaruddin SH kepada wartawan di Kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Banda Aceh, Senin (8/10).

“Sekarang pelaku sudah ditahan. Yang miris adalah kawan dekat jadi kita bingung mendeteksi (kejahatannya) seperti kasus Jessica dengan Mirna,” kata Safaruddin.

Dalam konferensi pers kemarin, Erawati menceritakan kronologis kejadian. Dia tidak menyangka pelaku yang sudah ditemaninya sejak SMP tega melakukan mencelakan dirinya. Bahkan, korban menyatakan, selama keduanya berteman tidak tampak kejelekan dari pelaku.

“Pada hari (kejadian) itu dia datang ke rumah saya, tanpa memberitahu sebelumnya,” katanya.

Awalnya, pelaku ingin meminjam uang kepada korban sebesar Rp 2,5 juta, tapi tidak ada. Hingga pada akhirnya, pelaku mengajak korban makan bakso keliling di rumah korban.

Tak disangka, pelaku diduga memasukan sesuatu ke dalam bakso korban hingga warnanya berubah kehitaman.

“Jeh, kenapa seperti ini wana baksonya?” katanya mempertanyakan kepada pelaku. Lalu pelaku menjawab, “entah kamu, kok bisa seperti itu.”

“Mungkin lemaknya kurang masak,” timpal pelaku lagi.

Meski demikian, tidak sedikitpun Erawati curiga dan akhirnya dia menyantap bakso itu. Tak lama kemudian, Erawati merasakan pusing, mual, hingga muntah.

Dalam keadaan lemas, pelaku langsung bereaksi dengan mengambil kalung korban.

Namun, cepat ketahuan karena korban tidak pingsan. Korban kemudian meminta tolong tetangganya dan mengabari pelaku mengambil kalungnya.

Setelah diperiksa benar saja, kalung itu diambil pelaku.

Tapi, saat sedang panik karena korban sekarat, pelaku kemudian menghilang. Sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit.

Singkat cerita, setelah sembuh, Erawati bersama suaminya membuat aduan ke Polsek Kuta Alam pada Sabtu, 29 September 2018 dan pelaku berhasil ditangkap di rumahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved