Budidaya Ikan Gabus Miliki Nilai Ekonomis Tinggi
Ikan Gabus atau dikenal masyarakat pulau Belitung dengan nama mengkawak, ternyata memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Laporan Wartawan Pos Belitung, Suharli
POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Ikan Gabus atau dikenal masyarakat pulau Belitung dengan nama mengkawak, ternyata memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Selain itu potensi budidaya Ikan gabus di Belitung Timur (Beltim) kususnya masih terbuka untuk dikembangkan oleh masyarakat.
Masyarakat Beltim selama ini masih mengandalkan ikan gabus dari hasil tangkapan dari alam yakni di sungai-sungai, maupun rawa. Guna mengatasi hal tersebut Maka budidaya menjadi pilihan mendapatkan komoditas dalam jumlah tak terbatas.
Ketersediaan lahan budidaya juga menjadi alasan tepat memulai usaha budidaya ikan darat ini. Media budidaya juga beragam, mulai dari bekas galian tambang dengan sistem jaring, tambak buatan di lahan kosong atau tambak terbuat dari terpal.
Satu di antara Desa yang telah mempersiapkan budidaya perikanan darat adalah Desa Lalang, Kecamatan Manggar, yang melakukan pelatihan budidaya ikan gabus di kantor Desa Lalang pada Jumat, (12/10/2018).
Pemerintah Desa Lalang memilih budidaya perikanan darat jenis Gabus yang cocok dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
"Ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Pilihannya ikan Gabus, karena saya melihat di sini banyak potensi. Potensi baik dibuat ikan asin atau kerupuk bahkan karena kita menuju pariwisata, bisa untuk kuliner," ujar Kepala Desa Lalang Radianta Aldafitrinsaat me
Menurutnya ikan gabus dipilih kerena termasuk jenis ikan yang mudah dibudidayakan layaknya jenis ikan budidaya lainnya. Kebutuhan pasar terhadap ikan Gabus pun juga terbilang tinggi dan memiliki harga jual tinggi.
"Selama ini kita hanya bisa mengharapkan dari alam. Untuk itulah, narasumber yang kita hadirkan mengatakan (Gabus) sudah berhasil dipijahkan seperti ikan lainnya seperti Lele dan lain-lainnya" kata Radianta.
Radianta menyampaikan masyarakat perlu didorong untuk budidaya ikan Gabus. Masyarakat pun tidak perlu khawatir pemasaran karena Desa siap menampung berapa pun kuantitas yang dihasilkan pembudidaya.
"Masyarakat tidak akan disusahkan, mereka cukup membudidayakan yang akan menampung kembali ke Desa. Kami yang akan mengelola kembali. Selama ini kan budidaya-budidaya tapi jualnya kemana. Seperti itukan kondisi yang sudah-sudah," sebut Radianta.
"Ada program pelatihan, program pembuatan tapi muaranya tidak ada. Tetapi ini Insya Allah dari hulu sampai ke hilir nanti kita akan lakukan," katanyanya.
Sementara itu, Camat Manggar Amirudin menyambut baik apa yang diupayakan Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat. Namun ia mengingatkan agar pemberdayaan masyarakat harus memperhatikan potensi Desa.
"Potensi yang ada kan bisa berupa SDM, bagaimana memanfaatkan waktu yang tersedia oleh masyarakat sehingga mempunyai nilai maksimal sebagaimana nilai ekonomis," ujar Amirudin.
Ia juga menilai, pengembangan jenis usaha melalui pemberdayaan masyarakat dapat menunjang pariwisata di Beltim khususnya Kecamatan Manggar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/camat-manggar-amirudin_20181012_131554.jpg)