Telepati Bukan Lagi Angan-angan, Ilmuwan Hubungkan Pikiran Manusia

Pernahkah Anda membayangkan bisa mengungkapkan pikiran kepada orang lain tanpa berbicara?

Telepati Bukan Lagi Angan-angan, Ilmuwan Hubungkan Pikiran Manusia
Ode/Majalah Bobo
Ilustrasi 

Gelombang tersebut menghasilkan sinyal berbeda di otak yang bisa ditangkap oleh alat EEG.

Selanjutnya, sinyal ini diteruskan pada "penerima" tunggal melalui topi TMS.

Alat tersebut memberikan kilatan cahaya sama dalam pikiran penerima yang disebut fosfen.

Eksperimen ini dilakukan pada lima kelompok berbeda. Hasilnya, tingkat akurasinya mencapai angka rata-rata 81,25 persen.

Tak puas dengan percobaan pertama, peneliti menambah kerumitan dalam eksperimen kedua.

Mereka menambahkan umpan balik yang menunjukkan apakah penerima melakukan keputusan yang benar dari pengirim.

Hasil dari percobaan kedua ini adalah penerima mampu mendeteksi pengirim mana yang paling dapat diandalkan berdasarkan komunikasi otak saja.

Menurut para peneliti, hal ini menjanjikan pengembangan sistem yang menangani skenario dunia nyata di mana manusia tidak dapat diandalkan akan menjadi faktor.

Ini membuat tim tersebut berpikir bahwa sistem buatan mereka bisa ditingkatkan dan menghubungkan seluruh jaringan manusia.

Artinya, jaringan ini nantinya bisa menghubungkan banyak pikiran secara bersamaan.

"Hasil kami meningkatkan kemungkinan antarmuka otak-ke-otak di masa depan yang memungkinkan pemecahan masalah kooperatif oleh manusia menggunakan 'jaringan sosial' otak yang terhubung," tulis tim itu.

Sebelumnya, tim peneliti yang sama juga telah mampu menghubungkan dua otak dengan sukses. Untuk itu, mereka terus berusaha mengembangkan sistem baru buatan mereka.

Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved