Breaking News:

Permukiman Warga Palu Ini Lenyap Ditelan Bumi saat Gempa, Simak Kisah Likuefaksi dalam Alquran

Ada sebuah peristiwa mengagetkan dalam bencana alam di Palu dan Donggala, yaitu tanah bergerak atau likuifaksi.

Editor: Fitriadi
KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4. 

Hasil penelusuran, diketahui likuifaksi merupakan fenomena di mana kekuatan tanah berkurang karena gempa yang mengakibatkan sifat tanah dari keadaan padat (solid) menjadi cair (liquid).

Likuifaksi disebabkan tekanan berulang (beban siklik) saat gempa sehingga tekanan air pori meningkat atau melampaui tegangan vertikal.

Inilah yang menyebabkan benda-benda di sekitar lokasi jadi terseret.

Guncangan gempa meningkatkan tekanan air sementara daya ikat tanah melemah, hal ini menyebabkan sifat tanah berubah dari padat menjadi cair.

Peristiwa likuifaksi ini menenggelamkan banyak benda ke dalam tanah, di Desa Petobo saja ribuan rumah rusak.

Wilayah tersebut tertutup lumpur seluas 180 hektare.

Lalu bagaimana Alquran memandang peristiwa rumah dan bangunan yang tertelan bumi tersebut?

Terdapat dua kisah di dalam Alquran yang di dalamnya menukilkan peristiwa tenggelamnya bangunan ke dalam bumi, yaitu kisah kaum Nabi Luth AS. Dan kisah Qarun, kaum Nabi Musa AS.

Kisah Nabi Luth

Kisah Nabi Luth AS terjadi pada Kaum Sodom yang diazab oleh Allah SWT karena keingkaran mereka kepada dakwah Nabi Luth AS.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved