Belitung Kekurangan Tenaga Kerja Khususnya Sektor Pariwisata

Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi Usah Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Ketenagakerjaan

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Evan Saputra
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi Usah Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Belitung Willyadi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi Usah Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Belitung Willyadi mengatakan, Negeri Laskar Pelangi kini mengalami kekurangan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja di sektor pariwisata.

Kekurangan itu, mengingat sebagian SDM di Kabupaten Belitung belum siap untuk berkecimpung di sektor pariwisata. Salah satu contoh, penerimaan lowongan kerja dilapangan golf Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk terkhusus caddy. Kini perusahaan tersebut mengalami kesulitan untuk menarik orang Belitung sebagai tenaga kerja.

"Itu contohnya. Tadi nya mereka ingin merekrut orang Belitung, tapi setelah dicari, dan mereka meminta bantuan ke kami ternyata susah. Orang sini tidak mau, padahal ratusan orang yang dibutuhkan," kata Willyadi kepada Posbelitung.co, Jumat (19/10/2018).

Secara keseluruhan, kata Willyadi, tingkat pengangguran disektor pariwisata ini mengalami kenaikan secara drastis alias dua kali lipat. Sebab di bidang perhotelan misalkan, membutuhkan banyak tenaga kerja.

"Tapi yang mengalami kekurangan dibidang itu juga. Nah maka dari itu, jalan keluar biasanyaa mereka terpaksa mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah untuk menutupi kebutuhan mereka," ujarnya.

Pekerja lokal, lanjut Willyadi, yang kini sudah mencapai level manager di bidang perhotelan sudah ada. Tentunya gaji yang mereka dapatkan tidak kecil setiap bulan nya yaitu diatas Rp 8 juta rupiah. Ini menujukan bahwa sektor pariwisata sudah menyerap berbagai tenaga kerja lokal.

"Yang tingkat pengangguran nya masih banyak itu sekarang ini, di sektor partambangan. Karena pertambangan di Belitung sekarang sudah berkurang, soal nya banyak smelter yang tutup, sehingga mereka banyak di PHK semua," bebernya.

Pekerja tambang ini, menurut Willyadi, banyak beralih ke perkebunan sawit, pariwisata, pertanian dan travel serta berwirausaha. Sebab disitu terdapat peluang kerja baru untuk mereka.

Namun secara global, Willyadi melihat, tingkat pengangguran di Belitung belum mengalami kenaikan secara signifikan. Lantaran kini banyak beralih ke sektor pariwisata dan perkebunan.

"Tapi kalau secara detail, kami belum bisa memprediksi karena harus menggunakan data yang otentik. Tentunya juga di sektor itu sekarang bisa terlihat dengan jelas, dengan kemajuan pariwisata saat ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved