Breaking News:

Tingkat Keberhasilan Budidaya Ikan Lele Teknologi Bioflok Pokdakan Selinbar Capai 80 Persen

"Dari 16.000 benih bibit lele, kalau dipanen semua total sekitar 2,2 ton dengan nilai sekitar Rp 50 juta," kata...

Pos Belitung/Suharli
Anggota Pokdakan Selinbar bersama Wakil Bupati Beltim Burhanudin, Anggota DPRD Beltim Rohalba dan Kepala Dinas perikanan Sarjono, saat menghadiri panen ikan lele pokdakan Selinbar, di Desa Selinsing, Belitung Timur, Senin (29/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Ketua kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Selinbar Nurdian Effendi mengatakan, tingkat keberhasilan budidaya ikan lele dengan mengunakan teknologi bioflok mencapai 80 persen.

"Dari 16.000 benih bibit lele, kalau dipanen semua total sekitar 2,2 ton dengan nilai sekitar Rp 50 juta," Kata Nurdian kepada posbelitung.co saat melakukan panen perdana di Desa Selinsing, Kabupaten Belitung Timur, (29/10/2018).

Ia juga mengatakan dalam waktu dua bulan ikan lele sudah bisa dipanen.

"Untuk bibit karena ini pertama kali diberikan oleh Dinas Perikanan, nanti dari hasil ini kedepannya bibit akan kami suplai sendiri termasuk pakannya. Jadi ada yang tugas sebagai suplai pakan, bibit dan pemasaran, jadi biar semuanya merata," jelas Nurdian.

Pantauan posbelitung.co, Pokdakan sendiri memiliki 8 kolam ikan lele yang berbentuk lingkaran dengan diameter 1,8 meter, dengan tinggi air 1 meter, dilengkapi dengan aerasi.

Setiap kolam ditebar sebangak 2000 ekor bibit lele hingga ukuran panen.

"Keuntungannya setiap hari bisa Rp 500 jadi kalau jualan tiap hari bisa Rp 15 Juta perbulan, ini untuk panen pertama kemarin kurang lebih 100 kilogram, panen kedua 100 kilo juga, jadi panennya bertahap, untuk ukuran 7-6 ekor perkilo," ujar sekretaris Pokdakan Selinbar Walgiman.

Walgiman menyampaikan dirinya dipercaya sebagai pengelola dari Pokdakan Selinbar untuk budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok.

Ia pun tak sungkan untuk berbagi ilmu, menurutnya selain ramah lingkungan teknologi budidaya ikan dengan bioflok lebih menghemat pakan.

"Sistem bioflok ini pemanfaatan mikro organisme yang mengelola dari sisa-sisa pakan lele (pelet-red), karena mikro organisme ini lah yang menjadi flok ini menjadi makanan lele lagi, ini lah kenapa kelebihan dari bioflok hemat dipakan," jelas Walgiman.

Langkah pertama adalah treatment air selama tiga hari, sebelum benih ikan dimasukan ke kolam, yang meliputi pengapuran kolam, diberi probiotik, bakteri, aerasi dengan takaran tertentu.

"Perawatan air rutin, biasanya pemberian probiotik dan molase seminggu sekali, seiring berjalan kami lihat perkembangan, kalau normal ditandai dengan air berwana kecoklatan, ketika benihnsudah berukuran remaja, air diganti dengan cara dibuang 20 persen, untuk pengenceran air, dengan selang waktu 2 minggu sekali, dan untuk penyortiran hanya dilakukan tiga kali sampai ukuran panen, berbeda dengan pembesaran konvensional," jelas Walgiman. (*)

Penulis: Suharli
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved