Bule Cantik Ini Bilang Belitung Beach Paradise, Simak Pengalamannya Bertemu Biawak & Terjebak Badai
“Apa yang tampak seperti surga pada pandangan pertama, bisa menjadi mimpi buruk ketika Anda melihat lebih dekat. Pulau-pulau kecil yang tidak ..."
POSBELITUNG.CO – Pengalaman menarik di Belitung tidak hanya dimiliki oleh wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara loh.
Satu contoh berikut ini adalah pengalaman seorang bule cantik saat berwisata ke Belitung, pada akhir Oktober 2018 lalu.
Ia adalah Augustė Augustinaitė, pemilik akun instagram @seen_running.
Merujuk pada biografinya, si bule cantik ini adalah seorang Duta Maraton Helsinski, Finlandia.
Ada 58,4 ribu lebih followers di instagramnya dan setiap postingannya tentang Belitung rata-rata mendapat 1000-6000 like.
Wow lumayan lah ya.
Nah seperti apa pengalaman menariknya?
Baik, dalam satu postingannya tanggal 31 Oktober 2018, Augustė Augustinaitė mengunggah kolase 3 foto beserta narasi lumayan panjang.
Satu foto menggambarkan dirinya sedang berfoto dengan latar batuan granit di sekitar pantai Belitung, yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Satu foto lagi menggambarkan dirinya sedang berenang di pantai yang bening di pulau tersebut.
Nah foto ketiga ini ternyata adalah gambar biawak guys!
Sayang tidak disebutkan secara jelas nama lokasi tempat biawak itu berada.
Namun dalam satu komentar ia sempat mengatakan bahwa biawak tersebut ia lihat tidak jauh dari jalan raya.
“Apa yang tampak seperti surga pada pandangan pertama, bisa menjadi mimpi buruk ketika Anda melihat lebih dekat. Pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni, pantai pasir putih dan air yang jernih - semuanya terlihat sangat indah dan damai ketika Anda pertama kali datang. Tapi kemudian Anda bertemu dengan biawak monitor, lebih dari 1 meter panjangnya, lidahnya yang panjang tak dapat diukur, dan masih ada yang lain lagi. Maka bila Anda mencari tahu lewat google, selain biawak juga ada banyak buaya besar yang hidup di pulau ini juga,” kata Augustė Augustinaitė dalam postingannya tersebut.
“Saat pulang dari pantai ke rumah, Anda terjebak dalam badai, daun-daun palem terbang di sekitar dan tiba-tiba sekawanan monyet liar menyeberang jalan menjerit. Saya bahkan tidak tahu mereka tinggal di pulau ini sampai saya melihat mereka! Kadang-kadang bisa menakutkan ketika Anda sendirian di pantai atau hutan tetapi ketika semuanya berakhir dengan benar, semua emosi dan adrenalin ini menambah kenangan luar biasa dan keinginan untuk kembali,” pungkas kata Augustė Augustinaitė.
Pada postingan lainnya, Augustė Augustinaitė memosting foto dirinya di objek wisata Danau Kaolin.
Dalam postingan tersebut, Augustė Augustinaitė bercerita panjang tentang kesannya selama di Belitung.
“Belitung Belitung Belitung.Ini tempat yang luar biasa,” katanya di awal tulisan.
Lebih lanjut ia mengatakan, ia berangkat ke Belitung setelah mengunjungi Bali.
Namun tak disangka ternyata menurutnya musim hujan lebih dulu turun di Belitung daripada Bali.
“Setelah Bali saya memutuskan untuk mengunjungi tempat yang belum begitu populer di Instagram - Belitung, pulau Indonesia di sebelah timur Sumatra. Ketika saya pertama kali datang ke sini, hujan turun sepanjang sore, ramalan cuaca menunjukkan curah hujan yang sama akan berlangsung selama 10 hari berikutnya dan saya menyadari musim hujan telah dimulai di sini,” ungkap Augustė Augustinaitė.
“Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya senang dengan hujan yang tiada henti ini. Tapi. Keesokan harinya saya belajar bahwa Anda dapat melarikan diri dari hujan jika Anda tahu pulau dengan baik dan berkendara dengan cepat. Sebab, saat hujan turun di pulau utama, hujan tidak turun di daerah kecil di sekitarnya,” kata Augustė Augustinaitė.
Kemudian dalam tulisan tersebut Augustė Augustinaitė memberikan beberapa perbandingan antara apa yang dilihatnya di Bali dan Belitung.
Menurutnya, budaya di dua pulau wisata tersebut berbeda.
Populasi Bali juga lebih banyak, belum termasuk jumlah wisatawan yang datang ke sana.
“Belitung memiliki sekitar 200.000 penduduk, hampir tidak ada turis dan kebanyakan dari mereka adalah Muslim. Ukuran kedua pulau ini hampir sama sehingga sangat menarik untuk membandingkan kehidupan di dalamnya. Juga, turis dari benua lain sangat jarang di sini sehingga orang-orang meminta untuk berfoto dengan kami, mencoba untuk mengambil gambar saat kami "tidak melihat" dan ketika kami naik skuter, anak-anak melambaikan tangan, berteriak "halo" dan memohon untuk berhenti. Saya belum pernah bertemu orang yang bisa berbicara bahasa Inggris dengan baik tetapi google translate membuat mereka percaya saya berbicara bahasa Indonesia,” kata Augustė Augustinaitė.
Baca: Dapat 3300 Like, Postingan Wisatawan Ini Ternyata Berisi Anjuran Jangan ke Belitung Saat Weekend
Di akhir tulisan, Augustė Augustinaitė membuat kesimpulan dari hasil perjalanan wisatanya di Indonesia yakni Jakarta, Bali, dan Belitung.
“Saya sangat senang saya berkesempatan mengunjungi tempat-tempat yang sangat berbeda: penuh sesak, penuh dengan gubuk-gubuk Jakarta, mimpi peselancar yang tak terlupakan – Bali, dan surga pantai yang hampir tak berpenghuni dengan jalan-jalan yang sangat baik - Belitung. Apa yang bisa saya katakan, selalu layak pergi dari jalan. Terima kasih Belitung karena kedatangan saya di sini,” kata Augustė Augustinaitė.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/postingan-bule-cantik-tentang-belitung_20181101_182927.jpg)