Breaking News:

Rekaman Video 'Lonceng Terbang' Lintasi Wilayah Udara Swedia Beredar, Begini Penjelasannya

Para pejalan kaki tertegun berhenti di tengah jalan dengan takjub, sementara yang lain ada yang mengeluarkan ponsel mereka

YOUTUBE / SECURETEAM10
BIZARRE: Mungkinkah ini teknologi Nazi? 

POSBELITUNG.CO -- Sebuah rekaman video yang diambil dari Gothenburg, Swedia menunjukkan objek berbentuk lonceng yang diyakini sebesar bangunan melewati jalan raya pada 6 November lalu.

Diketahui seorang pengemudi telah merekam objek yang disebutnya sebagai 'lonceng terbang' terlihat melayang di langit di atas kota Gothenburg dan bergerak ke suatu tempat.

Sebagaimna dikutip dari laman dailystar.co.uk, objek ini juga terlihat oleh publik yang berada di jalan raya di kota itu.

Para pejalan kaki tertegun berhenti di tengah jalan dengan takjub, sementara yang lain ada yang mengeluarkan ponsel mereka untuk mereka kejadian tersebut.

Rata-rata mereka mengklaim bahwa itu adalah teknologi rahasia Nazi yang pernah diproduksi sekitar tahun 1940-an di Jerman.

Baca: Jusuf Kalla Sebut Istilah Politikus Sontoloyo dan Genderuwo Termasuk Kampanye Negatif

Baca: Pengamat Asing Sebut Presiden Jokowi Berubah Jadi Otoriter, Fahri Hamzah Beri Pesan Ini buat Timses

Adapun rekaman video yang menghebohkan itu diunggah oleh pengguna YouTube, Amirreza Milad yang mengklaim objek itu seperti "bangunan besar."

Rekaman itu pun dipublis oleh saluran media setempat 'popular conspiracy channel secureteam10' dan telah mengumpulkan lebih dari 100.000 hit dalam hitungan jam.

Tyler Glockner yang menjalankan laman tersebut, berspekulasi dan menyebut itu bisa jadi teknologi rahasia Nazi.

"Ini seperti lonceng yang pernah dibuat di Jerman pada akhir tahun 40-an," katanya.

Baca: Kisah John Kei yang Mengaku Menyesali Perbuatan Masa Lalunya Kalau Saya Mati, Saya Mau Masuk Surga

Baca: Gara-gara Pakaian, Model Australia Ini Ditolak Masuk Museum Lourve Paris, Intip Potretnya di Sini

"Jerman adalah negara pertama yang menciptakan teknologi asing.

"Hitler menggunakan teknologi anti-gravitasi yang digunakan selama dan setelah perang."

Halaman
12
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar
Editor: Edy Yusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved