BPJS Ketenagakerjaan Bakal Sambut Program Asuransi Jasindo Untuk Nelayan di Belitung

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Belitung belum dapat memastikan desa sadar wisata jaminan sosial akan didapat

BPJS Ketenagakerjaan Bakal Sambut Program Asuransi Jasindo Untuk Nelayan di Belitung
dok pos belitung
Kepala BPJS Kabupaten Belitung Handi Maaz. BPJS Ketenagakerjaan Bakal Sambut Program Asuransi Jasindo Untuk Nelayan di Belitung 

BPJS Ketenagakerjaan Bakal Sambut Program Asuransi Jasindo Untuk Nelayan di Belitung

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Belitung belum dapat memastikan desa sadar wisata jaminan sosial akan didapat oleh daerah lain.

Sebab perihal tersebut kata  Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Belitung Handi Maaz secara langsung disampaikan oleh kantor BPJS pusat, setelah melalui berbagai kajian.

Handi mengatakan untuk Desa lain yang mayoritas nelayan tetap mendapatkan pelayanan BPJS.

Program BPJS yang diusulkan untuk mereka adalah BPJS Ketenagakerjaan yang mandiri yakni kecelakaan kerja dan kematian.

Peserta BPJS mandiri itu ujar Handi tetap dikenakan iuran, yang harus dibayarkan sebesar Rp 201.600 pertahun. Program tersebut sekaligus untuk menggantikan asuransi Jasindo yang habis pada bulan November 2018 ini.

"Karena dari Jasindo sudah tidak dapat lagi, dan nelayan tidak dapat lagi. Nah ini sekaligus juga untuk membentuk persepsi nelayan-nelayan di Desa sadar jaminan kesehatan. Kalau yang program (Desa sadar jaminan kesehatan) itu mungkin hanya satu," katanya, Sabtu (24/11/2018).

Handi menyebutkan untuk melangsungkan program BPJS Ketenagakerjaan, terutama bagi nelayan BPJS tetap bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Kerjasama itu, rencana dalam bentuk sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat nelayan.

Ada Kecamatan Membalong dan Selat Nasik, yang mayoritas penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan. Salah satu Desa dari dua Kecamatan tersebut belum bisa ditetapkan sebagai Desa sadar jaminan sosial, lantaran Desa Tanjung Binga sudah mengarah ke Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam pengolahan ikan.

"Sebetulnya sama dengan Desa sadar jaminan sosial, jadi meski tidak melalui program itu kami tetap bisa bekerjasama dengan perangkat Desa. Karena jaminan sosial ini sangat penting untuk nelayan. Jadi yang berpotensi memang Desa ini (Tanjung Binga), karena 90 persen nelayan. Hitungan juga bukan penerima upah tapi informal, jadi nelayan - nelayan ini bekerja mandiri. Kalau misalkan formal, sudah biasa," pungkasnya. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved