Breaking News:

Inilah Sejarah Lampu Sein, Ternyata Dulu Pernah Pakai Lonceng, Seperti Ini Evolusinya

Inilah Sejarah Lampu Sein, Ternyata Dulu Pernah Pakai Lonceng, Seperti Ini Evolusinya. . .

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
topspeed.com
Ilustrasi lampu sein di Ducati Scrambler baru bisa mati secara otomatis 

POSBELITUNG.CO -- Sudah pasti kalian tahu dengan lampu sign alias lampu sein alias riting ini, tapi sejarah lampu sein sudah tahu belum?

Lampu sein adalah komponen penting saat berkendara sebab berfungsi memberi tahu pengguna jalan lain kalau kamu akan berbelok.

Sayangnya masih banyak yang menyepelekan fungsi lampu sein, dari asal belok saja tanpa menyalakan lampu sein, atau paling parah lampu sein kiri tapi beloknya ke kanan, hehehe...

Jujur saja, kadang penulis sendiri saat naik motor sudah belok pakai lampu sein kadang masih suka kasih kode lambaian tangan karena banyak juga pengguna jalan yang suka enggak awas dalam melihat lampu sein.

Sebelum semua itu terjadi, apa kalian tahu bagaimana sejarah lampu sein?

Ternyata, pada peralihan abad ke-18, mobil berbahan bakar bensin sudah banyak karena dinilai lebih cepat dari tenaga kuda.

Baca: Inilah Potret Para Wisatawan Nusantara di Pulau Belitung, dari Warga Aceh Sampai Papua

Baca: Sederet Potret Masa Lalu Paula Verhoeven, Begini Penampilannya Jauh Sebelum Jadi Istri Baim Wong

Namun meski bergerak lebih cepat dan efisien, penggunaan mobil sering menimbulkan kecelakaan.

Kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrakan pada saat ditikungan.

Mofler.com
Mofler.com

Mulai dari tahun 1920-an beberapa produsen kendaraan di Jerman mulai menciptakan lonceng dan peluit uap.

Lonceng tersebut dipasangkan pada kendaraan produksi mereka dan berfungsi sebagai tanda untuk berbelok.

Jika lonceng berbunyi sekali, tandanya mobil akan berbelok ke kanan.

Jika lonceng berbunyi dua kali, berarti mobil akan berbelok ke kiri.

Baca: 25 November Hari Guru Nasional, Ini Deretan Artis Tanah Air yang Ternyata juga Seorang Guru

Baca: Raket Jonatan Christie Jatuh ke Tangan Inul Daratista, Laku Rp 200 Juta dalam Acara Lelang

Shorpy.com
Dulu sebelum ada lampu sein, orang biasanya menggunakan kode tangan

Shorpy.com

Dulu sebelum ada lampu sein, orang biasanya menggunakan kode tangan

Namun ternyata, penggunaan lonceng sebagai tanda belok ini pun tidak efektif karena ramainya aktivitas lalu lintas.

Bunyi lonceng justru membingungkan pengguna mobil lainnya karena bersahut sahutan.

Oleh karena itu, bunyi lonceng menjadi tidak jelas.

Maka dari itu pada tahun 1930-an dibuatlah sebuah alat indikator berupa lampu tambahan kanan-kiri yang dipasang di bagian depan dan belakang mobil.

kaskus.co.id
lampu sein lawas yang nongol dari samping bodi mobil

kaskus.co.id

lampu sein lawas yang nongol dari samping bodi mobil

Pengguna kendaraan hanya perlu menekan tombol kontak yang telah tersambung dengan lampu indikator.

Baca: Perhatikan Sebelum Terlambat, Ini 10 Tanda Jika Ginjalmu Tidak Sehat

Baca: Oknum Guru Honorer Cabuli Empat Muridnya, Orangtua Korban Malah Enggan Lapor Polisi, Ini Penyebabnya

Alat inilah yang dinamakan lampu sein dan masih digunakan hingga saat ini pada mobil dan kendaraan lainnya.

Kata sein sendiri diserap oleh masyarakat Indonesia dari bahasa Inggris, sign yang berarti tanda.

Sedangkan riting adalah Bahasa Jawa untuk sein yang diserap dari bahasa Belanda, richting yang berarti arah.

Jadi begitu ceritanya Sob... Jangan lupa pakai lampu sein ya kalau mau belok!

Artikel ini telah tayang di gridoto.com dengan judul Mengintip Sejarah Lampu Sein, Dulu Malah Pakai Lonceng

Baca: Selain Suku di Pulau Sentinel, 4 Suku Ini Perlu Diwaspadai Bagi Para Pendatang

Baca: Penduduk di Kota Ini Akan Jalani Kehidupan Tanpa Siang Selama 65 hari, Ini Potret dan Videonya

Baca: Fadli Zon Dapat Undangan Reuni Alumni 212: Saya akan Hadir Bersama Rekan-rekan DPR

Baca: 5 Jagoan Tjahaja Purnama, Fifi Lety Unggah Foto Jadul Ahok di Tahun 90 an, Banyak Puji Ketampanannya

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu 25 November: Perasaan Cancer Campur Aduk, Leo Coba Liburan ke Pantai

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved