Belitung Timur

Kreatif, Polisi Ini Ajak Remaja Desa Baru Memanfaatkan Limbah Ikan Jadi Souvenir

Brigadir Medes P Apriansyah Bhabinkamtibmas Desa Baru, dari Polsek Manggar, mengajak para remaja yang ada di Desa Baru memanfaatkan limbah tulang Ikan

Kreatif, Polisi Ini Ajak Remaja Desa Baru Memanfaatkan Limbah Ikan Jadi Souvenir
Pos belitung/Suharli
Brigadir Medes P Apriansyah Bhabinkamtibmas Desa Baru, mengajarkan cara merakit tulang ikan menjadi sovenir kepada remaja Desa Baru. Senin (26/11/2018) 

Kreatif, Polisi Ini Ajak Remaja Desa Baru Memanfaatkan Limbah Ikan Jadi Souvenir

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Brigadir Medes P Apriansyah Bhabinkamtibmas Desa Baru, dari Polsek Manggar, mengajak para remaja yang ada di Desa Baru memanfaatkan limbah tulang Ikan menjadi souvenir.

Menurut Medes, awalnya karena Desa Baru juga ditunjuk kabupaten sebagai lokasi pengolahan ikan. Melihat limbah ikan tulang Mendes, Ia pun berpikir bagaimana bukan hanya daging ikan saja yang dikelola, tetapi tulang dan kulit ikan pun bisa dikelola.

"Disitu saya berinisiatif untuk mengelolah limbah tersebut bisa bermanfaat juga, kami berkerjasama dengan desa yang melibatkan karang taruna dan diadakan beberapa kali pelatihan untuk pemanfaatan limbah tulang ikan," Ujar Medes kepada posbelitung, Senin (26/11/2018)

Medes menuturkan ini juga sebagai cara dan wadah Bhabinkamtibmas desa Baru untuk lebih dekat lagi ke pemuda.

"Kami lebih fokus mengajak ke pemuda yang sering nongkrong, karena menurut saya mereka ini minta perhatian dari orang lain, jadi bukan karena mereka nakal, nah ini lah caranya memberikan mereka pelatihan dengan memanfaatkan limbah bekas tulang ikan.

Prodak yang dihasilkan dari tulang ikan pun cukup unik dan menarik, dimana tulang ikan dibentuk menyerupai sepeda motor ,kapal dan sebagainya, pengolahannya dan penyusunan sisa tulang ikan cukup mudah, hanya dengan merebus tulang dengan air garam yang selanjutnya dijemur hingga kering, serta proses pembuatannya untuk menampung tulang mengunakan lem.

Selain limbah tulang Medes juga manyampaikan limbah plastik bekas yang semula tidaknada nilainya, setelah diolah menjadi kerajinan bisa memiliki nilai jual.
"Dalam hal ini dari limbah gelas plastik, yang dikelola dari ibu-ibu yang ada di desa Baru, Alhamdulillah prodak limbah tulang dan plastik pun sudah jadi," ujar Medes.

Menurut Medes dalam pemasaran prodak limbah tulang dan plastik, mereka bekerjasama dengan Badan Usaha milik desa (Bumdes) namun sampai saat ini yang menjadi kendala yakni wisatawan yang berkunjung masih sangat kurang.

"Kedala dari pemasaran karya warga desa baru ini, Kurangnya wisatawan yang berkunjung untuk melihat dan mbeli," jelas Medes (Posbelitung/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved