VIDEO Ilmuwan China Klaim Temukan Cara Membuat Elevator ke Ruang Angkasa

VIDEO Ilmuwan China Klaim Temukan Cara Membuat Elevator ke Ruang Angkasa

siakapkeli
Idea elevator angkasa Jepun 

VIDEO Ilmuwan China Klaim Temukan Cara Membuat Elevator ke Ruang Angkasa

POSBELITUNG.CO -- Para ilmuwan China baru-baru ini mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengembangkan fiber karbon nanotube yang diklaim cukup kuat untuk digunakan dalam pembangunan elevator langit.

Adapun teknologi tersebut telah dipatenkan oleh sekelompok peneliti dari Tsinghua University dan menerbitkan hasil penelitian di jurnal Nature Nanotechnology awal tahun ini.

Tim peneliti juga mengatakan fiber karbon nanotube itu juga akan mendapat permintaan yang tinggi dalam berbagai industri termasuk peralatan olahraga, pertahanan, aeronautika, astronot dan konstruksi lift internasional.

Adapun pertanyaan terbesar yang perlu dijawab, apakah lift ruang angkasa ini adalah sesuatu yang mungkin manusia kembangkan, atau hanya fiksi ilmiah semata?

Baca: 8 Fakta Firaun Tutankhamun yang Termahsyur, Dikubur Tanpa Jantung Dalam Peti Mati Termahal di Dunia

Baca: Terkenal Dimana-mana, Sering Tampil di TV, Siapa Sanga Beginilah Isi Lemari Ustadz Abdul Somad

siakapkeli
(siakapkeli)

Ruang Lift, Mengapa?
"Meskipun manusia telah berhasil menghasilkan berbagai teknologi roket yang efisien untuk ruang angkasa, pada kenyataannya teknologi ruang angkasa masih sesuatu di luar kemampuan manusia," kata Sir Arthur C Clarke, penulis novel The Fountains of Paradise pada tahun 1979.

Novel populer ini dikembangkan berdasarkan gagasan ilmuwan Rusia Konstantin Tsiolkovsky pada tahun 1895 yang menyoroti gagasan tentang elevator ruang angkasa, sejenis sistem transportasi dari Bumi ke angkasa, mirip dengan lift yang digunakan oleh manusia saat ini. Ini, untuk ketinggian lebih dari 300 ribu kali.

Namun, jika manusia berhasil menghasilkan sistem transportasi seperti itu, itu akan menjadi alternatif yang lebih murah bagi manusia untuk pergi ke luar angkasa. Saat ini, menggunakan teknologi roket, manusia harus menghabiskan sekitar Rp 2.318.422.562.555 untuk sekali perjalanan.

Namun dengan elevator ruang angkasa ini, biaya dapat dikurangi menjadi Rp 28.988.919.969 per penumpang.

Bagaimana cara fungsinya?
Konsep dasar elevator ruang ini melibatkan penggunaan kabel yang ditempatkan di bumi pada bagian kutub dan terhubung pada perangkat alat penyeimbang yang dipasang di ruang angkasa.

Kabel ini disiapkan cukup panjang, 36.000 kilometer atau tiga kali diameter Bumi, kabel ini akan berdiri tegak dan ditarik oleh gaya gravitasi dan sentrifugal.

Baca: Qingchen Jingjing, Si Penjahat Tercantik di China, Orang Mabuk Jadi Sasaran Favoritnya

Baca: Jusuf Kalla Minta Polisi Agar Terbuka dan Adil Proses Laporan Dugaan Mark-Up Dana Kemah Pemuda Islam

n

Idenya adalah, kendaraan mungkin seperti kotak lift dapat dipasang pada kabel untuk mengangkut manusia ke ruang angkasa menggunakan kekuatan yang dihasilkan karena rotasi bumi.

Kebisingan mungkin agak terbentuk sebelumnya dan sebuah revolusi ke sistem transportasi bumi, tetapi para ilmuwan dihadapkan dengan rintangan yang menantang untuk menghasilkan kabel yang cukup kuat.

Jepang menjadi negara pertama yang menguji teori ruang lift ini dengan mengirim dua satelit ke ruang angkasa yang terhubung satu sama lain menggunakan kabel. Pada kabel itu dipasang elevator sebagai simulasi ke sistem nyata, jika ide itu menjadi kenyataan di masa depan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved