Breaking News:

Menteri Susi Minta Belitung Punya Perda Bersih Sampah Plastik

Per 1 Januari 2019 Provinsi Bali bersih dari plastik sekali pakai, mereka sudah buat Perda nya

Pos Belitung/Disa Aryandi
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Bupati Belitung Sanem 

POSBELITUNG.CO - Salah satu arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti, Kamis (29/11/2018) menginginkan Kabupaten Belitung memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) bersih dari sampah plastik

Hal itu untuk mengimbangi Kemajuan Kabupaten Belitung terutama dibidang pariwisata.

Perda itu sangat dibutuhkan, terutama untuk menjaga pariwisata Belitung dari sampah plastik. Sehingga ancaman terhadap sampah plastik bisa diminimalisir oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung melalui kekuatan hukum.

"Per 1 Januari 2019 Provinsi Bali bersih dari plastik sekali pakai, mereka sudah buat Perda nya, saya berharap Belitung akan menyusul. Banjarmasin sudah melakukan, jadi seperti plastik kresek, sedotan plastik tidak perlu lagi," kata Menteri Susi, Kamis (29/11/2018) ketika memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung.

Apabila, kata Menteri Susi, masyarakat ingin menggunakan sedotan, kini sudah ada yang berbahan kertas. Begitu pula dengan tempat belanja dapur, kini sudah tidak perlu lagi menggunakan kantong plastik. Tempat itu bisa menggunakan tas plastik, tas rotan, tas anyaman yang bisa berulang kali digunakan.

"Tapi jangan kantong kresek, karena kresek itu satu kali pemakaian dibuang dan itu akan menambah sampah plastik. Tadi saya padeling dari Hotel (Hotel Santika) ke Tanjung Tinggi, cantik sekali bako nya, namun saya minggir ke pantai, botol plastik mungkin ada setengah ton, saya bilang tadi ke anak-anak kita kemping di sini, tapi satu hari kita bersihkan sampah baru bisa kemping, jadi mohon dijaga," ujarnya.

Memerangi sampah plastik, sebagai salah satu 'PR' Kabupaten Belitung untuk menjaga laut sebagai masa depan bangsa. Lantaran, selain sampah plastik banyak ancaman yang akan datang untuk pengelolaan hasil laut, sehingga harus dilakukan pencegahan.

Ancaman tersebut, bukan hanya sekedar tambang laut saja, namun pengambilan sumber daya perikanan yang berlebihan, serta menggunakan alat - alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Perihal itu tentunya akan merusak laut.

"Jadi mohon kita cegah dari tambang, dan pengelolaan perikanan yang tidak ramah lingkungan. Tentu nya harus ingat juga, bersihkan laut dari seluruh sampah - sampah plastik, dan barang-barang lain. Dari mulai oli, minyak tidak boleh buang ke laut, kita bersihkan Belitung," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved