Lion Air Jatuh

Pengadilan Chicago Telah Jadwalkan Sidang Gugatan Keluarga Dokter Rio, Korban Lion Air

Sidang pertama terkait gugatan diajukan keluarga almarhum dr Rio Nanda Pratama terhadap The Boeing Company akan berlangsung pada tanggal 17 Januari

Penulis: Agus Nuryadhin | Editor: Khamelia
ist
Firma hukum BartlettChen telah menangani sejumlah klaim atas nama penumpang yang terlibat dalam kecelakaan penerbangan dan menyajikan perspektif unik sebagaimana yang dilakukan oleh co-founder perusahaan Austin Bartlett saat mewakili terdakwa dalam sejumlah kasus kecelakaan penerbangan selama 17 tahun. 

Sidang pertama terkait gugatan diajukan keluarga almarhum dr Rio Nanda Pratama terhadap The Boeing Company akan berlangsung pada tanggal 17 Januari 2019 pukul 9.00 pagi waktu setempat di Gedung Pengadilan Richard J. Daley di Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Adapun lokasi kantor pusat The Boeing Company juga berada di Illnois.

Dalam rillis, Kamis (29/11), Curtis Miner dari firma hukum Colson Hicks Eidson mengatakan, bahwa timnya memulai proses pengadilan atas nama klien keluarga dari almarhum dr Rio Nanda Pratama.

"Kami akan meminta keterangan dari Boeing terkait dengan desain, proses pembuatan, dan keputusan pengujian pesawat 737 MAX 8. Bahkan kami pun mengantisipasi pengadilan akan memasuki tahap pemberian penjelasan pada bulan Januari 2019, dengan demikian keluarga mendiang dr. Pratama akan berhak memperoleh penjelasan dari Boeing.” ungkapnya.

Manuel von Ribbeck dari firma hukum Ribbeck Law Chartered (yang merupakan salah satu mitra yang tergabung dalam Grup Firma Hukum yang mengajukan gugatan) mengatakan, bahwa masih ada gugatan-gugatan lain yang akan diajukan dalam beberapa hari ke depan atas nama keluarga keluarga korban yang meminta kami untuk mewakili mereka pada pengadilan di Amerika Serikat.

"Banyak keluarga korban yang juga masih menunggu hasil identifikasi orang-orang tercinta yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut." ujar Team Legal Ribbeck Law, Colson Hicks Eidson, BartlettChen LLC dalam Press Briefing di Jakarta.

Manuel von Ribbeck menambahkan, sampai saat ini, lebih dari 50 keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 telah meminta untuk bertemu dengan mereka.

Dimana menurut Manuel von Ribbeck, keluarga korban, semua menutut terungkapnya kebenaran dari tragedi yang memakan banyak korban jiwa ini.

"Para keluarga korban meminta kami untuk menghadirkan seorang ahli yang dapat ikut memantau penyelidikan kecelakaan udara tersebut. Mereka ingin penyelidikan ini bersifat terbuka dan publik. Bagi para keluarga korban, hasil akhir penyelidikan sangat penting untuk diumumkan kepada publik.” jelasnya.

Manuel von Ribbeck menambahkan, akan meminta para juri dalam pengadilan untuk menentukan kompensasi dengan nilai jutaan USD untuk keluarga korban.

Mengingat kata Manuel von Ribbeck, sebanyak 189 penumpang dan kru pesawat tewas dalam kecelakaan ini, jumlah total kompensasi yang akan diputuskan di pengadilan AS bisa mencapai hingga satu miliar dolar AS.

Ini merupakan hitungan perkiraan apabila juri memutuskan untuk menuntut 5 hingga 10 juta dolar AS per penumpang.

Oleh karena itu, dijelaskan Manuel von Ribbeck, agar keluarga korban harus sangat berhati-hati sebelum menandatangani sesuatu yang dapat menghilangkan hak mereka dan perlu berkonsultasi dengan pengacara kasus penerbangan yang berpengalaman.

"Kami sering mendapati temuan dimana keluarga korban membatalkan gugatan mereka terhadap terdakwa di Amerika karena tidak memahami apa yang mereka tanda tangani dan mau saja menerima uang kompensasi yang tidak memadai yang dijanjikan oleh perusahaan penerbangan. Kami hadir untuk membantu keluarga korban dalam menjalani proses hukum dengan benar," Latonya.

Lebihlanjut Austin Bartlett dari BartlettChen LLC mengungkapkan, bahwa mereka bermaksud untuk menyelidiki mengapa Boeing tidak melampirkan informasi yang lengkap mengenai sistem MCAS baru ini dalam Flight Crew Operations Manual (Manual Operasi Kru Penerbangan) perusahaan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved