Awalnya Aman, Sejak Dihuni Kelompok Egianus Kogoya, Distrik Yigi di Nduga Papua Jadi Zona Merah

Kepolisian RI menyebutkan, lokasi penembakan pekerja PT Istaka Karya, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua awalnya merupakan daerah yang aman.

Awalnya Aman, Sejak Dihuni Kelompok Egianus Kogoya, Distrik Yigi di Nduga Papua Jadi Zona Merah
John Roy Purba/Istimewa
Para korban selamat saat berhasil di evakuasi dari Mbua menuju ke Wamena 

Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi lima deret dalam keadaan jalan jongkok.

Kemudian, KKSB langsung menembaki para pekerja tersebut. Sebagian pekerja yang ditembak mati di tempat, sebagian lagi pura-pura mati dengan terkapar di tanah.

Para anggota KKSB itu lalu meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo.

Sebanyak 11 orang karyawan yang pura-pura mati itu berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun, tindakan mereka terlihat oleh KKSB sehingga mereka dikejar dan akhirnya lima orang tertangkap dan dibunuh dengan secara keji menggunakan senjata tajam oleh KKSB.

Enam orang lainnya berhasil lari ke arah Mbua. Sebanyak dua orang belum ditemukan, sedangkan empat orang termasuk JA selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Pos TNI diserang KKSB

Pada Senin (3/12)/2018) sekitar pukul 05.00 WIT, Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB yang bersenjata standar militer dengan campuran panah dan tombak.

Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet, Serda Handoko, membuka jendela dan kemudian tertembak hingga meninggal dunia.

Anggota pos TNI, kata Aidi, membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari pukul 05.00 WIT hingga 21.00 WIT.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian mengungkapkan berdasarkan informasi sementara, terdapat 20 yang tewas, yaitu 19 pekerja dan satu anggota TNI yang gugur, di Kabupaten Nduga, Papua.

Mereka dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Akibat kejadian tersebut, proyek Trans Papua yang dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019 itu dihentikan untuk sementara waktu.

 
//
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved