Breaking News:

Rocky Gerung Akhirnya Buka Alasan Selalu Kritik Jokowi Bukan Prabowo, Terungkap di ILC, Ini Jelasnya

Akhirnya Terjawab Alasan Rocky Gerung Selalu Kritik Jokowi, Bukan Prabowo Subianto

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Rocky Gerung dan alasannya cuma kritik Jokowi tidak pernah mengeritik Prabowo Subianto 

Bahkan Rocky Gerung juga menyebut Reuni 212 jadi satu momentum reuni akal sehat.

"Itu soalnya, karena itu saya sebut bahwa 212 itu lepas dari segala macam interpretasi, itu adalah satu reuni akal sehat. Kalau bukan karena akal sehat, itu ada orang iseng ngasih komando, selesai itu istana di depan, berantakan itu Jakarta."

Baca: Kisah Anggota Kopassus di Papua, Baru Mendarat Sudah Diacungi Panah & Tombak oleh Suku Pedalaman

Baca: 3 Tempat Keren di Amerika ini Siap Menjamin Tunjangan Gratis Seumur Hidup, Minat Melancong ke Sana?

"Jadi ada kepemimpinan intelektual, ketertiban orang percaya bahwa ide bisa menghasilkan perubahan, ide itu diperlihatkan oleh jumlah, ide yang menjadi jumlah dia berubah dari kuantitas menjadi kualitas," ujar Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung dengan kualitas Reuni 212 sepatutnya sudah tak ada lagi perdebatan mengenai jumlah massa yang datang.

Karena masyarakat cenderung mengingat kualitas acara dibanding jumlah.

Rocky Gerung menambahkan, apabila Reuni 212 tak perlu, begitu juga dengan perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

"Lucunya orang berhitung tentang jumlah, orang ribut kan. Jadi ngapain bicara jumlah kalau dia sudah menjadi kualitas, tentang protes ketidakadilan, soal agama di situ dengan sendirinya, kalau satu kali reuni ya sudah, kalau begitu jangan rayakan 17 Agustus, kan Belanda udah pergi kan. Coba otaknya dibikin agak waras," kata Rocky Gerung.

Pengamat politik Boni Hargens menginterupsi pernyataan Rocky Gerung.

Boni tak sependapat bila Rocky Gerung menyamakan Reuni 212 dengan fenomena Martin Luther King.

Baca: Zodiak Hari Ini, Kamis 6 Desember: Taurus Perhatikan Kesehatan, Leo Gak Usah Pamer, Pisces Untung

Baca: Cara Melihat Wanita Cenderung Selingkuh atau Tidak dari Jari Telunjuknya, Ini Menurut Peneliti

"Siapa yang ditindas di sana, siapa yang menindas umat Islam?" tanya Boni Hargens.

Belum selesai bicara, pernyataan Boni dipotong oleh Karni Ilyas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved