Asyik Bermain, Bocah 5 Tahun Tewas Terlindas Mobil Tetangga

Kejadian naas menimpa FS bocah berusia lima tahun yang harus meregang nyawa usai terlindas mobil tetangganya, Selasa (4/12) lalu.

Asyik Bermain, Bocah 5 Tahun Tewas Terlindas Mobil Tetangga
IST/dok Polres Belitung
Anggota Polres Belitung berjaga di kediaman tersangka saat melakukan pra rekontruksi kejadian, Rabu (5/12). 

"Setelah mobil berhenti, korban sempat lari ke arah kiri depan mobil dan tergeletak di situ. Tersangka lalu turun dari mobil dan membuka pintu anaknya, lalu sempat melihat korban tergeletak namun anggapan tersangka tidak terjadi apa-apa dan tidak memberikan pertolongan," jelasnya.

Sementara itu, SG mengaku tidak menyadari ketika masuk halaman rumah telah melindas korban. Sebab kecepatan mobil rendah hanya melepas kopling tanpa menginjak gas, ditambah jalan masuk pekarangan rumah agak menanjak.

Ia juga sempat melihat korban menangis sembari tertelungkup. Lalu, dirinya sempat menanyakan penyebab korban menangis tapi tidak ada jawaban.

"Saya sempat lihat dia menangis, saya kira nangis biasa dan saya tanya ada apa tapi tidak jawab. Memang dia kalau nangis biasanya begitu, akhirnya saya makan tapi tiba-tiba di luar sudah ribut, saya masih tidak sadar dan langsung mengantar dia sambil digendong kakeknya ke rumah sakit," ujarnya saat ditemui di Mapolres Belitung.

Ia masih merasa tidak menyadari penyebab kejadian tersebut hingga korban dimakamkan pihak keluarga.

SG baru menyadari saat pihak keluarga korban meminta rekaman CCTV dan melihat jelas kejadian tersebut. Bahkan usai mengetahui, dirinya merasa bersalah dan meminta maaf kepada keluarga korban.

"Saya sudah minta maaf tapi mungkin keluarga masih emosi saya tidak berlama-lama di rumahnya," katanya.

Menurutnya korban sehari-hari memang sering bermain di rumah bersama anaknya. Bahkan dirinya juga sering melihat korban menangis dengan posisi yang sama saat ia mendapati korban saat kejadian.

"Kalau saya tahu hari itu tidak mungkin saya biarkan. Bisa dilihat di rekaman CCTV bagaimana reaksi saya karena memang saya tidak tahu," katanya.

Meskipun demikian, SG mengaku pasrah dan siap menanggung semua risikonya. Namun dirinya berharap pihak keluarga korban tidak menuduhnya sengaja melakukan perbuatan tersebut dan membiarkan korban tanpa memberikan pertolongan. (Posbelitung/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved