Nelayan Yang Sempat Menambang, Kini Kembali Melaut, Begini Kata Dinas Perikanan

Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, sudah melakukan pencatatan terhadap jumlah nelayan. Setiap tahun

Nelayan Yang Sempat Menambang, Kini Kembali Melaut, Begini Kata Dinas Perikanan
dok pos belitung
Iuystrasi. Nelayan memasukkan logistik ke perahu sebelum pergi melaut di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Belitung, Senin (1/10/2018). Perlengkapan itu meliputi sembako hingga bahan bakar. 

Nelayan Yang Sempat Menambang, Kini Kembali Melaut, Begini Kata Dinas Perikanan

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, sudah melakukan pencatatan terhadap jumlah nelayan. Setiap tahun, kondisi nelayan di Kabupaten Belitung semakin bertambah.

Plt Kabid Perikanan Tangkap Ade Winarko mengatakan, pertumbuhan nelayan ini dipicu dari penambang timah yang kini semakin bergeser ke sektor perikanan. Namun nelayan yang bergeser tersebut, merupakan mantan nelayan yang sempat beralih ke pertambangan.

"Dulu nya mereka nelayan, habis itu jadi penambang, nah sekarang karena sektor perikanan sudah menjanjikan, dan dampak dari pertambangan, mereka kembali lagi ke nelayan," ungkap Ade kepada Posbelitung.co, Senin (10/12/2018).

Nelayan di Negeri Laskar Pelangi, kata Ade, terbilang sudah cukup menjanjikan lantaran dibantu dengan program pemerintah yang terus direalisasikan kepada nelayan tersebut. Namun untuk nelayan Belitung, kini untuk produksi ikan, masih mendominasi ikan yang memiliki nilai ekonomis.

Seperti ikan teri, banyar, kurisi, tenggiri, lencam, pari, kakap dan jenis ikan yang biasa dikonsumsi masyarakat lokal, jadi buruan para nelayan lokal. Itu lantaran nelayan lebih mudah untuk menjual kepada masyarakat dan permintaan pasar.

"Termasuk juga cumi banyak di cari nelayan dengan harga yang begitu tinggi. Apalagi masih segar, cumi itu kualitas nomor satu," ucapnya.

Untuk menjual hasil tangkapan tersebut, nelayan tidak pusing karena disetiap pelabuhan terdapat penampung ikan hasil tangkapan nelayan. Setelah dikumpul di pengiriman lokal, baru ikan ini dipilah untuk dikirim ke pasar luar daerah.

"Nah kalau untuk ekor kuning itu, biasa di fillet, daging nya dikumpulkan setelah itu baru di ekspor. Tapi kalau untuk ikan segar, biasa dikirim ke Jakarta, dan paling banyak ke Pangkalpinang itu dari setiap Kabupate di Babel dikumpulkan, habis itu baru di ekspor," ujarnya.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved