Breaking News:

Inilah Pemilik Wajah Asli Briptu Musahir, Polisi Gadungan yang Viral Ingin Menggaet para Gadis

Wajah asli di balik Polisi Gadungan Briptu Musahir akhirnya terkuak. Siapa pemilik wajah tampan di balik Polisi Gadungan Briptu Musahir

Editor: Khamelia
kolase instagram
Polisi Gadungan yang viral bernama Briptu Musahir (kanan) dan foto Ricky Martin (kiri) 

Inilah Pemilik Wajah Asli Briptu Musahir, Polisi Gadungan yang Viral Ingin Menggaet Gadis di Lampung

POSBELITUNG.CO - Wajah asli di balik Polisi Gadungan Briptu Musahir akhirnya terkuak. Siapa pemilik wajah tampan di balik Polisi Gadungan Briptu Musahir yang disebut sebagai anggota Jatanras Polda Lampung?

Nama Briptu Musahir belakangan viral di media sosial di Lampung, terutama di kalangan ibu-ibu.

Sosok Briptu Musahir membuat heboh netizen karena mencatut institusi Polda Lampung dengan mengaku sebagai anggota Jatanras Polda Lampung untuk menipu gadis-gadis.

Identitas Briptu Musahir memang hanya akal-akalan saja, sosok Polisi Gadungan yang diciptakan oleh oknum untuk menipu emak-emak demi menggaet anak gadisnya.

Kartu identitas kepolisian yang dicantumkan dan ramai beredar di WhatsApp, bernama Musahir SH dengan NRP nomor 89030022 ternyata bohong belaka.

Tapi siapa sangka, foto yang dipampang Polisi Gadungan di kartu anggota polisi ternyata adalah asli. Foto itu merupakan editan gabungan dua foto dari dua orang yang memang ada dan eksis di dunia nyata.

Wajah tampan Polisi Gadungan diambil dari sosok seorang perias profesional atau sering disebut sebagai make up artist (MUA) bernama Ricky Martin.

Sedangkan badan tegap Polisi Gadungan diambil dari foto asli milik seorang polisi asli bernama Andi M Iqbal berpangkat Iptu dan saat ini bertugas di Polres Tanah Bumbu Polda Kalimantan Selatan.

Setelah melalui proses editing, jadilah sosok baru yang kemudian diberi nama Briptu Musahir SH hingga membuat resah emak-emak yang punya anak gadis dan viral di Lampung.

Inilah sosok asli Ricky Martin yang wajahnya diambil sebagai Polisi Gadungan bernama Briptu Musahir

Berikut pesan berantai yang ramai di media sosial tentang sosok Polisi Gadungan Briptu Musahir:

"Mohon rekan-rekan sahabatku, apabila mendapati Org tsb agar diamankan, karena ybs adalah Polisi Gadungan, modus Penipuan, terutama Anak2 gadis, para orang tua agar Waspada'"

Pesan tersebut dilampiri foto seorang pria layaknya anggota polisi.

Selain foto wajah, foto kartu tanda anggota pria tersebut juga terlampir.

Di dalam kartu, tertulis nama Musahir SH, dengan NRP nomor 89030022 dan bertugas di Polda Lampung.

pesan berantai via whatsapp tentang polisi gadungan Musahir
pesan berantai via whatsapp tentang polisi gadungan Musahir (tribunlampung/Hanif Mustafa)

Tak hanya itu, ada juga lampiran surat pengajuan cuti pria tersebut dari satuannya di Jatanras Ditkrimmum Polda Lampung. 

Kartu Tanda Anggota Kepolisian Musahir yang diduga Polisi Gadungan
Kartu Tanda Anggota Kepolisian Musahir yang diduga Polisi Gadungan (tribunlampung/Hanif Mustafa)
Surat Izin Cuti Musahir, polisi gadungan
Surat Izin Cuti Musahir, polisi gadungan (tribunlampung/Hanif Mustafa)

Polda Lampung pastikan hoaks

Menanggapi beredarnya pesan berantai WhatsApp tersebut, Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih memastikan, identitas pria bernama Musahir yang mengaku bertugas di Polda Lampung itu, tidak ada alias hoaks.

"Karena banyak laporan dari masyarakat, maka kami lakukan pengecekan. Hasilnya Musahir NRP Nomor: 89030022 tidak ada sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Lampung ini," ungkap Sulistyaningsih, Rabu, 5 Desember 2018.

Sulistyaningsih menegaskan bahwa pria tersebut dimungkinkan adalah polisi gadungan.

"Kami sudah banyak sekali mendapat telepon, terutama dari ibu-ibu yang menanyakan kepada kami Identitas pria tersebut. Kami sampaikan sekali lagi bahwa pria dengan identitas tersebut adalah polisi gadungan," tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan tampang serta pakaian yang dikenakan.

Apalagi, ia mengaku-ngaku sebagai anggota polisi.

"Untuk masyarakat, kami imbau untuk tetap berhati-hati, jangan mudah percaya, terutama ibu-ibu. Apabila merasa ragu silakan melapor ke polda atau polres di bagian SDM atau SUMDA, nanti akan ketahuan apakah polisi benaran atau gadungan," tutupnya.

Sementara, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Ajun Komisaris Besar Ruli Andi Yunianto mengaku sudah menerima info terkait pria mengaku polisi dan bertugas di Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung.

"Sementara sudah dengar informasi tersebut," ungkapnya.

Terkait KTA dan surat cuti yang sempat beredar, Ruli mengatakan, surat tersebut palsu.

"Tapi emang dari cara buatnya, palsu semua," timpalnya.

Sampai saat ini, kata Ruli, korban dari Lampung belum ada.

"Korban dari Lampung belum ada, informasi sementara itu viral di Padang. Kalaupun ada korban di Lampung, silakan melapor," tutupnya.

Ibu Guru Korban Polisi Gadungan

Kasus penipuan yang dilakukan Polisi Gadungan pernah terjadi di Madiun.

Telanjur jatuh cinta, seorang ibu guru rela menyerahkan kartu ATM berisi tabungan Rp 85 juta ke polisi gadungan.

Sang guru bukannya mendapatkan cinta pria yang mengaku sebagai polisi itu, tetapi malah menderita kerugian materil.

Ceritanya, berawal dari pengakuan JS sebagai intel polisi dan berpura-pura mencari pasangan hidup.

Pria asal Desa Sirapan, Kecamatan Sirapan, Kabupaten Madiun itu, ternyata berhasil memperdayai tiga perempuan sekaligus.
Dari tiga perempuan yang diperdayainya, JS (27) meraup uang hingga ratusan juta rupiah.

"Modusnya tersangka mengaku sebagai anggota intel Polres Pacitan. Lalu, ia berpura-pura mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupnya," ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan, Senin (26/11/2018) siang.

Ruruh mengatakan, JS ditangkap setelah seorang guru SMA di Kabupaten Madiun berinisial DA melaporkan aksi penipuannya ke Polres Madiun.

Guru itu mengaku ditipu JS yang berjanji akan menikahinya.

Tak hanya ditipu, uang tabungan ibu guru sebesar Rp 85 juta habis dikuras tersangka JS.

Korban memberikan ATM tabungannya kepada tersangka lantaran merasa yakin akan segera dinikahi.

"Terakhir, korban menyerahkan laptop berharga Rp 6 juta kepada tersangka," tandas Ruruh. 

Aksi JS terungkap setelah korban curiga terus menerus memintanya uang dengan berbagai alasan.

Korban yang memiliki tetangga bekerja di Polres Pacitan lalu menanyakan status JS.

"Tetangga korban memberitahu kalau tidak ada nama tersangka yang bekerja sebagai intel Polres Pacitan," kata Ruruh.

Hasil pengembangan penyidikan, lanjut Ruruh, pria bujang itu sebelumnya sudah memperdayai dua perempuan lainnya.

Dengan modus yang sama, dua perempuan itu diperas uangnya hingga Rp 40 jutaan.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved