Breaking News:

Paus dan Penyu Tewas Karena Makan Plastik, Tapi Tetap Klaim Plastik Paling Ramah Lingkungan

Beragam hewan mati karena memakan plastik belakangan ini kerap kali terjadi, seperti yang terjadi di perairan Wakatobi

facebook/andatha addien
Tumpukan sampah plastik yang ditemukan dalam perut paus yang mati di Wakatobi. Paus dan Penyu Tewas Karena Makan Plastik, Tapi Tetap Klaim Plastik Paling Ramah Lingkungan 

Paus dan Penyu Tewas Karena Makan Plastik, Tapi Tetap Klaim Plastik Paling Ramah Lingkungan

POSBELITUNG.CO - Beragam hewan mati karena memakan plastik belakangan ini kerap kali terjadi, seperti yang terjadi di perairan Wakatobi, Senin (19/11/2018)

Seekor paus yang terdampar dan ditemukan telah membusuk dan diperkirakan telah mati sekira dua minggu, di perairan Desa Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Hewan yang masuk dalam paus jenis Sperm Wale atau Paus Sperma tersebut memiliki panjang 9,5 meter, sedangkan beratnya belum diketahui.

Saleh Hanan dari Yayasan Wakatobi mengatakan, paus tersebut ditemukan lantaran baunya yang menyengat dan diperkirakan sudah mati cukup lama.

"Beratnya tidak terukur, melihat kondisi yang hancur kira-kira sudah dua minggu paus itu mati," ungkap Saleh Hanan.

Saleh dan sejumlah mahasiswa Akademisi Komunitas Perikanan dan KelautanWakatobi terkejut saat mengetahui banyak sampah yang ada di dalam perut hewan itu.

Setelah diteliti, terdapat 5,9 kilogram sampah yang termakan oleh paus itu.

"Dalam perut paus ditemukan botol, penutup galon, sandal, botol parfum, bungkus mi instan, gelas minuman, tali rafia, karung terpal, kantong kresek, dan lain-lain," terangnya.

Penemuan tersebut secara ilmiah menjelaskan bahwa telah terjadi disorientasi navigasi paus, yang mengakibatkan paus tidak bisa membedakan makanan dan non-makanan lantaran habitatnya telah tercemar sampah.

Halaman
1234
Editor: Evan Saputra
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved