43 Ribu Warga Babel Menunggak Iuran Mandiri BPJS Kesehatan

Per September 2018, Sebanyak 43 ribu warga Bangka Belitung dinyatakan masih menunggak iuran mandiri kepesertaan BPJS Kesehatan.

43 Ribu Warga Babel Menunggak Iuran Mandiri BPJS Kesehatan
KOMPAS.com/SRI LESTARI
Ilustrasi Kartu BPJS Kesehatan. 43 Ribu Warga Babel Menunggak Iuran Mandiri BPJS Kesehatan 

43 Ribu Warga Babel Menunggak Iuran Mandiri BPJS Kesehatan

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Per September 2018, Sebanyak 43 ribu warga Bangka Belitung dinyatakan masih menunggak iuran mandiri kepesertaan BPJS Kesehatan.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang Yulisdina Natalia kepada wartawan saat diskusi pada acara Ngopi Bareng Jurnalis yang digelar di Soll Marina Hotel, Bangka Tengah, Rabu (12/12/2018).

Dari jumlah tersebut, total nilai rupiahnya sekitar Rp 44 miliar. "Ini peserta mandiri. Kalau tidak mampu kan jelas masuk Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ada kemungkinan memang mereka warga tidak mampu, yang tidak bisa membayar iuran selanjutnya," ucap Yulisdina.

Dia menyebut, pihaknya telah melakukan telecollecting untuk mengatasi banyaknya peserta yang menunggak ini. Kader JKN , yang kebanyakan adalah para tokoh masyarakay di daerah-daerah yang teridentifikasi banyak tunggakan, bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, ditugaskan untuk membangun kesadaran masyarakat.

"Ini ada pelatihannya dari kami untuk bagaimana Kader JKN membangun kesadaran masyarakat untuk membayar iuran. Kalaupun mereka yang menunggak ini masyarakat tidak mampu, maka akan direkomendasikan ke pemerintah daerah untuk dialihkan ke peserta PBI," beber dia.

Sementara, dari sisi biaya pelayanan kesehatan, hingga September 2018 ini, BPJS Kesehatan di Bangka Belitung mengeluarkan uang sebesar Rp 261,5 miliar. Sementara penerimaan iuran mereka adalah sebesar Rp 208,5 miliar.

Ini berarti ada defisit sebesar Rp 53 miliar. "Kami menutupi dengan kucuran dari pemerintah pusat. Dampaknya, karena ada miss match ini, ada memang kami belum bisa membayar pelayanan ke rumaj sakit. Tetapi kalau ada kucuran pemerintah pusat, kami bisa bayar dari situ," ucapnya. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved