Erzaldi Dorong Industri Hilirisasi Timah

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mendorong perusahaan tambang di Babel untuk membangun pabrik hilirisasi timah

Bangka Pos/Krisyanidayati.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman menjadi keynote speaker dalam Babel CEO Forum yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Babel, di Novotel, Selasa (18/12). 

POSBELITUNG.CO--Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mendorong perusahaan tambang di Babel untuk membangun pabrik hilirisasi timah sehingga tidak lagi mengekspor timah batangan.

Ia berharap, adanya industri hilirasasi timah di Babel akan memberikan dampak pada ekonomi, barang yang dihasilkan juga memiliki nilai tambah dan daya saing.

Menurutnya, dari sejak zaman dahulu sampai sekarang, ekspor timah Babel hanya berupa timah batangan saja.

"Pengusaha timah jangan lagi berpikir menjadi smleter yang canggih tapi menjadikan timah ingot itu menjadi industri hilir, punya nilai tambah dan daya saing tinggi. Kita bisa meningkatkan nilai tambah yang kita enggak perlu ekspor batangan," katanya saat menjadi keynote speaker dalam Babel CEO Forum yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Babel, di Novotel, Selasa (18/12).

Dengan berdirinya pabrik hilirisasi di Babel, menurutnya tidak hanya meningkatkan nilai tambah timah tapi juga akan menyerap tenaga kerja.

"Sejak zaman dulu timah hanya bermetamorfosa dari pasir ke ingot balok, tak pernah dari ingot jadi handphone, jadi solder, kalau kita mau berdaya saing tinggi, mutlak harus berpikir menjadikan hilirasi pertimahan, harus bicara ada pabrik solder di Babel, perangkat hp dan ada pabrik industri sekalipun barang jadi," tambahnya.

Kedepan, menurutnya pemerintah mengatur keluarnya mineral ikutan di Babel, diantaranya 13 mineral ikutan yang selama ini kerap diselundupkan.

"Padahal itu nilainya tinggi, tapi apa daya kita enggak pernah mulai, dengan didukung energi kita harus mulai, selama ini orang lain yang mengelola, Zircon nantinya diekspor tapi saya mau koefisien 65,5 kandungannya," tegasnya.

Hadirnya para CEO pada forum ini, Ia mendorong agar dapat dihasilkan kebijakan untuk membangun pabrik hilirisasi di Babel.

"Untuk menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi, perlu energi, makanya forum ini kita laksanakan, dari sisi energi kita cukup. Kehadiran CEO saya yakin hari ini akan keluarkan suatu kebijakan yang sekalipun kebijakan tidak disepakati, karena biasanya pengusaha ini enggan menyampaikan di forum tetapi langsung nanti minta listrik ke PLN," tambahnya.

Dirinya, mengapresiasi upaya PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik di Babel ini, semua wilayah di Babel termasuk pulau-pulau terluar juga sudah dialiri listrik, sehingga tak ada alasan bagi investor untuk masuk.

"Kehadiran PLN untuk untuk mendorong sektor pertambangan dan pariwisata ini sangat luar biasa, dari sisi ketersediaan energi dan listrik tidak masalah lagi bagi investor yang mau masuk," ujarnya.

Selain Sektor pertambangan, dirinya juga menawarkan para CEO yang hadir untuk melirik investasi di bidang pariwisata.

"Kalau dua usulan kita disetujui, maka Babel adalah provinsi dengan tiga KEK pariwisata, banyak peluang yang bisa diambil untuk meningkatkan daya saing dan ekonomi, sehingga kata kuncinya PLN memberi berkah bagi Babel," katanya. (Bangkapos/Krisyanidayanti)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved