Breaking News:

JPU Tuntut H Mukhdi 1 Tahun 6 Bulan

Proses persidangan atas terdakwa H Muhkdi Syafi'ie yang digelar Pengadilan Negeri Tanjungpandan memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh JPU

Pos Belitung/Dede Suhendar
Suasana sidang praperadilan yang diajukan H Mukhdi Syafi'ie tersangka yang diduga melakukan penyerobotan lahan, memberikan sumpah dan keterangan palsu, Senin (15/10/2018) 

POSBELITUNG.CO - Proses persidangan atas terdakwa H Muhkdi Syafi'ie yang digelar Pengadilan Negeri Tanjungpandan memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (18/12/2018).

‎Dihadapan majelis hakim yang diketuai Hari Supriyanto didampingi Andi Bayu Mandala Putra dan Mahendra selaku hakim anggota, JPU Kejari Belitung Abram Nami Putra dan Dimas menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dipotong masa tahanan.

"JPU menuntut terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kedua primair JPU yaitu melanggar Pasal 266 Ayat (1) KUHP," ujar JPU Kejari Belitung Abram Nomi Tambunan.

Sebelumnya, JPU Kejari Belitung Abram beserta rekannya Dimas membacakan berkas tuntutan yang terdiri dari fakta-fakta persidangan sebanyak 59 halaman.

Seluruh keterangan saksi maupun ahli yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya dirangkum menjadi satu kesimpulan sehingga menilai terdakwa bersalah dalam perkara tersebut.

Dalam persidangan, terdakwa telah melakukan sumpah dan memberikan sumpah palsu selama mengurus sertifikat pengganti atas nama Syafi'ie Atim sekitar tahun 2015 silam.

Selain itu, JPU juga meminta barang bukti berupa sertifikat dikembalikan kepada Jefri Hakim dan sertifikat pengganti diserahkan kepada BPN Kabupaten Belitung.

"Hal-hal yang memberatkan dalam tuntutan ini terdakwa tidak mengakui dan menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan usia terdakwa," ujar Abram dalam persidangan.

Usai pembacaan tuntutan, hakim ketua Hari Supriyanto menanyakan tanggapan kepada terdakwa. Setelah melakukan mediasi dengan Penaehat Hukum, terdakwa memutuskan akan melakukan pledoi secara yuridis melalui penasehat hukumnya dan secara sosial yang diajukan sendiri.

Akhirnya hakim memutuskan sidang dilanjutkan pada ‎Kamis (27/12/2018) pekan depan dengan agenda pledoi dari terdakwa.

Halaman
123
Tags
JPU
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved