Breaking News:

Dobrak Kamar Sisca Icun Sulastri, Iwan Lihat Tunangannya Tengkurap Tak Bernyawa Tanpa Busana

Tiga bulan sebelum kematiannya, Sisca Icun Sulastri sudah bertunangan dengan pria bernama Iwan dan mereka segera menikah.

Editor: Evan Saputra
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Foto Siska Icun Sulastri, korban pembunuhan di Apartemen Kebagusan City ketika masih hidup. Dobrak Kamar Sisca Icun Sulastri, Iwan Lihat Tunangannya Tengkurap Tak Bernyawa Tanpa Busana 

Jenazah Sisca Icun dikuburkan di pemakaman keluarga tak jauh dari rumah orangtuanya pada Rabu (19/12/2018).

Tertangkap di kolong kasur

Sehari setelah jasad Sisca Icun dimakamkan, polisi menangkap Hidayat di rumah orangtuanya di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018) sekira pukul 13.00 WIB.

Hidayat menghabisi Sisca Icun lantaran tak memberikan uang Rp 2 juta seperti janjinya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menjelaskan pelaku menjadikan rumah orangtuanya untuk bersembunyi.

"Pelaku bersembunyi di kolong kasur, namun segera diketahui petugas dan ia pun menyerah tanpa perlawanan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib.

Proses penangkapan pelaku HD dari kediaman orang tuanya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. (Dokumen Polres Metro Jakarta Selatan)
Dari barang berharga yang diambil dari lokasi pembunuhan, Hidayat rupanya turut mengambil kalung emas milik korban.

Kalung emas Sisca Icun ia jual di toko emas di kawasan Fatmwati, Cilandak, Jakarta Selatan.

Hasil penelusuran, Hidayat sudah menikah dan punya seorang anak masih berusia dua tahun.

Ia berkenalan dengan korban melalui aplikasi MiChat.

Tetangga mengenal pelaku sosok yang baik, rajin, pekerja keras, dan rela melakukan pekerjaan apapun untuk menafkahi keluarganya.

Setelah menghabisi Sisca Icun, Hidayat pulang ke kediaman orang tuanya.

Selama empat hari hingga di hari ia tertangkap, tidak ada gerak-gerik Hidayat yang mencurigakan.

"Memang begitu anaknya. Baik, ramah. Kaget banget tiba-tiba ada Polisi datang ke rumahnya dan langsung ditangkap," ucap salah satu saudara pelaku. 

Dikenal nakal sejak pelajar

Suharma yang masih satu darah tak heran jika keponakannya, Hidayat, kembali berurusan dengan polisi.

Selama ini ia mengenal Hidayat sebagai sosok yang sulit diatur dan nakal.

Kenalakan Hidayat sudah menonjol sejak di bangku sekolah menengah atas.

"Enggak heran sih kalau dia berurusan dengan polisi, memang anaknya sulit diatur dan nakal sejak SMA," ucap Suharma kepada TribunJakarta.com, Jumat (21/12/2018).

Pihak sekolah sempat menegur kedua orangtua Hidayat lantaran anaknya acap bolos sekolah.

Khaeroni menunjukan lokasi pelaku HD membuang pisau yang digunakannya untuk menghabisi nyawa Siska Icun di Kali Tempe, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Beberapa kali warga menegur Hidayat yang sering mabuk-mabukan dan mencuri.

"Sudah ditegur juga sama warga sini, dia kalau malam pulang-pulang suka mabuk. Sudah diperingatkan warga tapi diulangi terus," kata dia.

Hidayat sempat ditangkap polisi atas dugaan terlibat kasus pencurian.

Akhirnya ia dibebaskan lantaran sang pelapor mencabut laporannya.

"Sepertinya dia memang salah pilih teman, dia mulai nakal itu sejak SMA," ucapnya. (TribunJakarta.com/TribunnewsBogor.com)

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved