Sempat Terhempas 3 Kali hingga Terdampar, Kisah Nelayan yang Selamat Dari Tsunami Banten & Lampung

Puji (27) nelayan asal Desa Kenali, Kecamtan Rajabasa, Lampung Selatan menjadi korban selamat tsunami Selat Sunda atau tsunami Banden dan Lampung

Tayang:
Editor: Evan Saputra
ANN
Ilustrasi tsunami di Jepang. 

Puji dan nelayan lainnya dibawa ke Pulau Sebesi.

Pada Senin (24/112/2018), Puji dan nelayan lainnya yang berhasil selamat dipulangkan ke rumahnya.

Puji, <a href='https://belitung.tribunnews.com/tag/nelayan' title='nelayan'>nelayan</a> yang selamat dari tsunami Selat Sunda saat ditemui di Dermaga Canti

Puji, nelayan yang selamat dari tsunami Selat Sunda saat ditemui di Dermaga Canti (Tribun Lampung/Dedi Sutomo)

 

Puji mengaku tidak mengetahui nasib teman-teman nelayan yang lainnya.

"Ada 11 teman sesama nelayan yang belum diketahui nasibnya. Apakah mereka selamat atau sudah meninggal," ucap Puji.

Citra Udara Gunung Anak Krakatau

Penampakan Gunung Anak Krakatau yang di ambil dari udara menunjukkan perbedaan setelah bencana erupsi yang berimbas pada tsunami yang melanda sekitar Banten dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12/2018).

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi merilis citra radar yang menunjukkan perbedaan permukaan Gunung Anak Krakatau.

Terdapat dua citra yang menunjukkan kondisi Gunung Anak Krakatau pada 11 Desember dan 23 Desember 2018.

Melansir dari Kompas.com, dalam citra tersebut menunjukkan perubahan permukaan Gunung Anak Krakatau sekitar 357 meter dan 1.800 meter.

Ada bagian dari Gunung Anak Krakatau yang hilang, hal tersebut membuktikan adanya longsor yang menyebabkan tsunami.

"Ini bukti bahwa ada area yang hilang atau longsor ke laut, sekitar 64 hektar," kata Widjo Kongko, Senin (24/12/2018).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli geologi Perancis Christine Deplus dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hery Harjono, longsornya bagian selatan - barat daya Gunung Anak Krakatau dapat memicu tsunami.

Perbedaan penampakan Gunung Anak Krakatau dari udara sebelum longsor hingga menimbulkan tsunami
Hery mengatakan dalam pesannya pada Minggu, Gunung Anak Krakatau cenderung tumbuh ke arah barat daya sehingga sisi tersebut menjadi lebih curam.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved