BREAKING NEWS

Siaga Level 3: Warga Sekitar Selat Sunda Diminta Menjauh 1 KM dari Pantai, Anak Krakatau Erupsi

Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat, statusnya dinaikan menjadi Siaga (Level III). Radius berbahaya pun diperluas menjadi 5 kilometer.

Siaga Level 3: Warga Sekitar Selat Sunda Diminta Menjauh 1 KM dari Pantai, Anak Krakatau Erupsi
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara 

POSBELITUNG.CO--Masyarakat pesisir Selat Sunda yang ada di Banten dan Lampung diminta menjauh dari bibir pantai sejauh 500 meter hingga 1 kilometer. Himbauan ini berdasarkan rekomendasi PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM karena meningkatnya aktivitas Gunung Anak Kratau yang menjadi Siaga Level III.

"PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. BMKG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai di Selat Sunda," tulis Sutopo di laman twitternya.

 Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat, statusnya dinaikan menjadi Siaga (Level III). Radius berbahaya pun diperluas menjadi 5 kilometer.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda terus meningkat.

Untuk itu, PVMBG Bada Gelologi Kementerian ESDM telah menaikkkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), dengan zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

"Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau,"   kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, Kamis (27/12/2018).

Naiknya status Siaga (Level III) ini berlaku terhitung mulai 27/12/2018 pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018.

Erupsi selanjutnya  berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara.

Erupsi yang berlangsung fluktuatif.

Pada (22/12/2018) terjadi erupsi namun tercatat skala kecil, jika dibandingkan dengan erupsi periode September-Oktober 2018.

Halaman
123
Penulis: teddymalaka
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved