Breaking News:

Milik Negara, Daripada Dikuasai Oknum Pejabat, Tanah di Pasir Putih Dibagikan ke Rakyat

Tanah ini memang tidak bertuan atau milik negara yang dikelola Pemkot, daripada aset tanah ini hilang dan dimiliki

Penulis: Edwardi |
Bangkapos/Edwardi
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari melakukan sidak pelaksanaan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di RT 01 RW 01 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, Kamis (03/01/2019). 

POSBELITUNG.CO,BANGKA -- Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari melakukan sidak pelaksanaan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di RT 01 RW 01 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, Kamis (03/01/2019).

"Masyarakat disini pada tahun 2013 lalu meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah tanah dan pemukiman warga di lahan rawa-rawa ini.

Tanah ini memang tidak bertuan atau milik negara yang dikelola Pemkot, daripada aset tanah ini hilang dan dimiliki oknum pejabat waktu itu lebih baik diberikan ke masyarakat yang sudah mendiami daerah ini lebih dulu," kata Acu, sapaan akrab Achmad Subari.

Ditambahkannya, pada tahun 2017 saat Walikota Irwansyah, akhirnya persoalan tanah ini diselesaikan, selain untuk pemukiman warga juga sebagian akan dibangun masjid yang baru.

"Alhamdulillah saat ini persoalan status lahan berhasil diselesaikan, ada 46 KK yang diberikan lahan masing-masing seluas 12x8 meter persegi dan sertifikat tanah gratis.

Untuk membuat rumah dibuat sendiri oleh warga tetapi jangan lagi rumah-rumah yang terkesan kumuh, harus rumah dari beton," ujarnya.

Ditambahkannya, melalui kerjasama Pemkot dan Satker Program KOTAKU lalu dibangun jalan inspeksi di lahan ini sehingga tertata dengan baik.

"Kita berharap untuk pengentasan wilayah kumuh di Kota Pangkalpinang nanti agar wilayah RT 01 RW 01 Kelurahan Pasir Putih ini bisa dijadikan contoh bagaiman menghilangkan kesan kumuh dengan  nuansa baru," jelasnya.

Ditambahkannya, selain itu juga dibangun fasilitas umum seperti taman, masjid karena masjid yang di dalam pemukiman warga itu sudah tidak cukup lagi menampung jamaah sehingga dipindahkan disini. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved