Kami Tidak Tenang Belajar Akibat Berita Kerja Paksa dan Makanan Tidak Halal

Menu makanan yang diberikan pihak perusahaan tidak mengandung daging babi. Menu makanan prasmanan yang diberikan merupakan vegetarian.

Kami Tidak Tenang Belajar Akibat Berita Kerja Paksa dan Makanan Tidak Halal
posbelitung.co/ist
Mahasiswa Bangka Belitung di Taiwan 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Maraknya informasi beredar terkait kerja paksa dan mengkonsumsi makanan tidak halal yang dialami mahasiswa Indonesia di Taiwan ditepis oleh salah satu mahasiswa asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Iqbal yang telah mengenyam pendidikan di Hsing Wu University.

Iqbal sapaan akrabnya, saat ini dirinya mengambil jurusan Manajemen Informasi dan telah menjalani dua semester kuliah sambil magang di kampus itu.

Melalui pesan WhatsApp koordinator mahasiswa Babel di Hsing Wu University itu menyebutkan, apa yang tersiar di media bertolak belakang dengan apa yang mereka alami.

"Mengenai Rumor Kerja Paksa yang ditulis di berbagai media nasional merupakan informasi kebohongan/Hoax, karena sangat bertolak belakang dengan apa yg kami alami disini. Terlebih ketika mereka menuliskan Berita dengan Judul 300 Mahasiswa dipekerjakan secara paksa, sedangkan total keseluruhan mahasiswa di Kampus kami hanya 229 Orang," katanya melalui WhatsApp, Jum'at (4/1/2018).

Ia menjelaskan, untuk menu makanan yang diberikan pihak perusahaan tidak mengandung daging babi. Menu makanan prasmanan yang diberikan merupakan vegetarian.

"Pemberitaan sajian makanan yg disajikan dengan daging Babi juga tidak benar adanya. Implementasi Program juga berjalan baik dan lancar. Sampai sejauh ini belum ada masalah dan kemlencengan dari MoU yang telah disepakati," katanya. 

Saat ini, Iqbal juga magang di Perusahaan Career Technology, menurutnya setiap jurusan memiliki tempat magang yang berbeda.

Iqbal menceritakan, aktivitas magang tidak lepas dari kapasitas produksi perusahaan. Ia mencontohkan jika magang di perusahaan teknologi akan mendapatkan Jobdesk yang telah dibagi oleh Human resource & development.

Saat magang, ia menyebutkan banyak pelajaran yang diperoleh, pasalnya aktivitas magang didampingi tenaga ahli, dikelilingi lingkungan kerja internasional, menggunakan teknologi yang memadai. Mendapatkan kesempatan secara langsung untuk membangun relasi , Mengasah Skill dan ability yang sekaligus bisa berinteraksi sambil mempelajari bahasa, etos kerja dan budaya.

"Di tahun pertama tidak ada magang sekolah membantu memberi kebebasan dan membantu menfasilitasi untuk part time,  di tahun ke dua dan ke empat magang 20 jam ditambah part time 20 jam, dan pada dasarnya Porsi Jam Kuliah dan Magang sesuai dengan skema program dan kesepakatan yang telah disepakati," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved