Mengenal Nyambang, Tradisi Gotong-Royong Nelayan Pesisir yang Masih Lestari di Teluk Uber

tim Nyambang Pantai Teluk Uber ini tidak menerapkan bayaran uang hanya berdasarkan sukarela nelayan

Mengenal Nyambang, Tradisi Gotong-Royong Nelayan Pesisir yang Masih Lestari di Teluk Uber
Bangkapos/Edwardi
Tradisi nyambang di Teluk Uber 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Budaya Gotong-Royong di kalangan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama di desa-desa dan wilayah pesisir sampai saat ini masih terus terpelihara dan terjaga dengan baik.

Salah satunya Budaya Nyambang atau tradisi Gotong-Royong di kalangan masyarakat nelayan kawasan Teluk Uber Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Di kawasan ini terdapat puluhan hingga ratusan perahu nelayan tradisional atau nelayan pesisir yang menggunakan perahu bermesin tempel.

"Disini ada kelompok masyarakat yang tidak turun melaut membantu para nelayan yang hendak turun dan pulang melaut,

seperti membantu mengangkat dan mendorong perahu nelayan yang terparkir di tepi pantai turun ke laut ataupun naik kembali ke darat, mengangkat ikan hasil tangkapan nelayan dan lainnya," kata Awe, nelayan tradisional Teluk Uber Sungailiat, Senin (07/12/2019).

Ditambahkannya, kawasan pantai Teluk Uber ini cukup dalam dan terjal, sehingga perahu nelayan harus diparkirkan ke daratan di pinggir pantai.

"Kalau perahu tidak diangkat ke daratan khawatir diombang-ambing gelombang sehingga perahu cepat rusak,

karena kebanyakan nelayan lebih suka perahunya diangkat ke daratan dan juga memudahkan perawatan bila ada bagian perahu yang bocor," tukasnya.

Diungkapkan, tim Nyambang Pantai Teluk Uber ini tidak menerapkan bayaran uang hanya berdasarkan sukarela nelayan dengan memberikan sedikit ikan hasil tangkapan nelayan.

"Kalau kita banyak hasil tangkapan, kita banyaklah beri mereka tapi kalau hasil tangkapan sedikit kita berikan apa adanya, intinya sukarela lah dari kita," jelasnya.

Menurutnya keberadaan tim Nyambang ini sangat membantu dan menolong para nelayan di kawasan ini.

"Bayangkan kalau kita sendirian, pulang melaut badan sudah letih dan capek melaut tidak mungkinlah mampu sendirian mengangkat perahu ataupun mengangkat hasil tangkapan ke daratan, dengan adanya tim Nyambang ini sangat membantu para nelayan," tukasnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: tidakada016
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved