Pemerintah Jepang Terapkan Pajak untuk Turis

Jepang menerapkan pajak bagi warganya maupun turis yang akan meninggalkan negara tersebut

Pemerintah Jepang Terapkan Pajak untuk Turis
KOMPAS.com
Gerbang bambu (torii) yang ada di Nezu Shrine, Tokyo. 

POSBELITUNG.CO, TOKYO - Jepang secara resmi menerapkan pajak bagi warganya maupun turis yang akan meninggalkan negara tersebut. Pajak itu mulai berlaku, Senin (7/1/2019).

Dikutip dari NHK, pemerintah Jepang menerapkan pajak sebesar 1.000 yen kepada setiap orang yang meninggalkan Negeri Sakura itu melalui udara maupun laut. Ini adalah pajak nasional baru yang diterapkan Jepang sejak pajak nilai tanah diperkenalkan pada 27 tahun silam.

Para turis harus membayar pajak ketika membeli tiket. Akan tetapi, penumpang transit yang meninggalkan Jepang dalam waktu maksimal 24 jam dan anak-anak di bawah 2 tahun akan dikecualikan dari pajak itu.

Pemerintah Jepang mengestimasikan bahwa penerimaan dari pajak baru tersebut akan mencapai sekira 55 juta dollar AS untuk tiga bulan terakhir tahun fiskal yang akan berakhir pada Maret 2019. Adapun untuk tahun fiskal 2019, penerimaan dari pajak turis diproyeksikan mencapai 460 juta dollar AS. 

Pemerintah Jepang pun menyatakan bahwa penerimaan dari pajak turis akan digunakan untuk menggenjot jumlah turis asing yang datang ke negara tersebut. Saat ini, turis asing yang mengunjungi Jepang mencapai 30 juta, namun ditargetkan naik menjadi 40 juta pada 2020. 

Pada tahun ini pun, pemerintah Jepang berencana memperkenalkan sistem pengenalan wajah di bandara-bandara untuk mempercepat prosedur imigrasi. 

Pemerintah juga berencana memperbaiki penjelasan multibahasa untuk pengunjung asing di taman-taman nasional dan aset-aset budaya Jepang

Berita Ini telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul : Mulai Hari Ini, Jepang Terapkan Pajak untuk Turis

Editor: tidakada014
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved