Kasus Korupsi Proyek Kahati, Sudah 20 Saksi Telah Dipanggil Kejaksaan Negeri Bateng

Kita telah memanggil saksi saksi hampir 20 orang termasuk ahli dari lingkungan hidup dari Jakarta

Kasus Korupsi Proyek Kahati, Sudah 20 Saksi Telah Dipanggil Kejaksaan Negeri Bateng
Bangkapos/Riki
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bateng Izhar (paling kanan), sedang berbincang dengan Kasi Pidum Agus(paling kiri) dan jajaranya, foto diambil Selasa, (8/1/2018) siang. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA--Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, hingga saat ini terus melakukan upaya penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi proyek pembangunan taman keanekaragaman hayati (Kahati) yang berada di kawasan hutan kayu Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Kasi Pidsus Kejari Bateng, Izhar mengatakan telah 20 orang saksi dipanggil oleh pihak Kejaksaan,

selain itu saksi ahli dari Kementrian Lingkungan Hidup juga telah mereka mintai keterangan terkait kasus ini.

"Kita telah memanggil saksi saksi hampir 20 orang termasuk ahli dari lingkungan hidup dari Jakarta,"jelas Izhar kepada wartawan Bangkapos, Selasa (8/1/2019).

Ia menambahkan kerugian negara akibat proyek itu (TLO) total loss, yang artinya pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Total loss itu suatu kegiatan apa yang diamanatkan berdasarkan Peraturan Menteri tidak di indahkan oleh satker tersebut, atau pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) yang tercantum didalam Permen Lingkungan hidup dan Kehutanan,"jelasnya

Ia mengharapkan proses penyidikan akan terus di tindak lanjuti dengan berlanjut ke tahap penuntutan.

"Sehingga pemulihan kerugian negara tersebut dapat di kembalikan oleh tersangka, supaya dikembalikan ke kas negara,"tegasnya.

Sebelumnya, Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Tengah, saat masih terus melakukan penyidikan terhadap perkembangan kasus dugaan korupsi pada, proyek pembangunan taman keanekaragaman hayati (kahati) yang berada di kawasan hutan kayu Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Telah menyeret Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah Ali Imron, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah sejak 15 November 2018 lalu,

namun hingga kita belum dilakukan pemeriksaan atau penahanan oleh pihak Kejaksaan.
(Bangkapos/Riki)

Penulis: Riki Pratama
Editor: tidakada016
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved