Breaking News:

Mantan Manajer PSS Sleman Tantang Madura FC Buka-bukaan

Mantan Manajer PSS Sleman, Sismantoro akan memenuhi panggilan pemeriksaan Satgas Antimafia Bola dari kep

Editor: emil

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Mantan Manajer PSS Sleman, Sismantoro akan memenuhi panggilan pemeriksaan Satgas Antimafia Bola dari kepolisian menyusul kasus dugaan pengaturan pertandingan, khususnya saat PSS Sleman kontra Madura FC kelanjutan Liga 2.

Dia mengaku terkejut jika sejumlah laga di Liga 2 disebut hasil pengaturan pertandingan hingga klub berjuluk Super Elang Jawa disebut ikut terlibat.

"Saya ini profesional. Kalau ya diatur buat apa saya membentuk tim dengan kualitas, skill-skill tinggi, nilai yang tinggi? Mending pakai pemain kampung" ujar Sismantoro saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (12/01/2019). Sismantoro mengaku akan kooperatif terhadap proses penyidikan kasus mafia bola yang tengah yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Baca: Satgas Antimafia Bola Periksa Seorang Wasit Liga 2 Terkait Dugaan Praktik Intimidasi

Namun, sejauh ini dia mengaku belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari Satgas Antimafia Bola kepolisian. "Intinya begini, saya tidak pernah melakukan apalagi saya orang baru di tim, tugas saya membantu tim karena saya kemarin memang manajer PSS Sleman," ujarnya.

Hal tersebut diungkapkannya setelah Sismantoro menjalani sidang Komdis PSSI di Jakarta, Jumat (11/1). PSS Sleman keluar menjadi juara Liga 2 setelah menang tipis 2-0 dari Semen Padang pada laga final Liga 2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 4 Desember 2018 lalu.

PSS Sleman menjadi pemuncak dari 32 klub peserta Liga 2. Salah satu yang menjadi sorotan karena diduga ada pengaturan pertandingan skor terjadi saat laga PSS Sleman unggul tipis 1-0 atas Madura FC pada babak 8 besar Liga 2, di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Beberapa kejadian di laga tersebut dianggap janggal mulai dari adanya pergantian wasit di tengah jalannya pertandingan dan gol bunuh diri Chairul Rifan yang salah mengantisipasi crossing pemain PSS, Ilham Irhaz.

Selain itu, gol tersebut juga menuai protes lantaran Ilham Irhaz berada dalam posisi offside saat menerima umpan sebelum melepas crossing yang berbuah gol bunuh diri.

Atas kejadian itu, selain proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Komdis PSSI, Komite Wasit PSSI juga telah menonaktifkan empat wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Manajer Madura FC, Januar Herwanto sempat memberi pengakuan dalam program stasiun tv, Mata Najwa, jika dirinya dihubungi anggota Exco PSSI, Hidayat, untuk bermain mata sebelum pertandingan PSS Sleman kontra Madura FC.

Baca: Usai Wasit, Giliran Klub Liga 3 Ini Diincar Satgas Antimafia Bola

Selain itu, Januar juga mengaku mendapatkan tawaran uang sebesar Rp 100-150 juta dari anggota Exco PSSI kala itu, Hidayat, agar timnya mengalah dari tuan rumah PSS saat babak penyisihan grup wilayah Timur Liga 2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 2 Mei 2018. Sismantoro meminta Januar berani membuka informasi jika ada yang 'bermain' dalam pertandingan antara PSS Sleman dan Madura FC.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved