Ridho "Slank" dan Marcello Tahitoe Kolaborasi Buka Warung Kuliner

Dua musisi Indonesia Ridho Hafiedz (Slank) dan Marcello Tahitoe menjajal peruntungan di dunia bisnis kuliner dengan

Ridho
ANTARA News/HO
Ridho Hafiedz (kiri) dan Marcello Tahitoe (kanan) menjajal peruntungan di dunia bisnis kuliner dengan membuka Warung Katong. 

Ridho "Slank" dan Marcello Tahitoe Kolaborasi Buka Bisnis Kuliner

POSBELITUNG.CO - Dua musisi Indonesia Ridho Hafiedz (Slank) dan Marcello Tahitoe menjajal peruntungan di dunia bisnis kuliner dengan membuka Warung Katong.

Melalui Warung Katong, keduanya ingin mengenalkan budaya Maluku yang sangat kaya dengan kulinernya yang menggugah selera.

Dikutip dari Antara.com, Minggu (13/1/2019), resto berkonsep kasual ini terdiri dari tiga area, yaitu kopi katong, warung mada, dan porto bar.

Baca: Ada Siput Gonggong, Tiga Kuliner Ini Patut Dicicipi Saat Berkunjung ke Belitung

Tidak tanggung-tanggung, mereka juga mendatangkan koki dan rempah langsung dari Ambon.

Berlokasi di kawasan Setiabudi, Ridho dan Marcello Tahitoe memilih Bandung sebagai kota pertama dibukanya Warung Katong.

“Bandung yang masyarakatnya heterogen dan merupakan salah satu kota pelajar, jadi kami ingin tempat ini jadi melting pot tempat mereka. Sehingga punya memori baik untuk ke depannya” ujar Ridho Hafiedz.

Selain menu makanan ciri khas Maluku seperti nasi lapola dan papeda, Warung Katong juga menyediakan kopi yang menjadi budaya Maluku.

Baca: Pasar Wisata Baru Diresmikan, Semua Kuliner Khas Belinyu Ada di Sini

Satu hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari budaya Maluku, yaitu musik.

Warung Katong juga menyediakan panggung untuk bermusik dengan dikurasi langsung oleh Ridho Hafiedz dan Marcello Tahitoe, memberikan akses bagi teman-teman musisi yang ingin bermusik di warung makan ini.

Warung Katong ini juga dibangun dengan membawa beberapa pesan, salah satunya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Warung Katong menyediakan sedotan tetapi hanya ada jika diminta, serta penggunaan kantong untuk take away.

Warung Katong juga ingin membawa kembali budaya “ngobrol” itulah mengapa di resto ini tidak menyediakan wifi.

“Tempat kami tidak menyediakan wifi karena hidup bukan sekedar update status. Ngopi ya ngobrol," pungkas Ridho Hafiedz. (*)

Editor: Jariyanto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved