Kunjungan Wisatawan Singapura Baru 40 Persen

Untuk mengoptimalkan kunjungan wisatawan Singapura ke Belitung dibutuhkan konsistensi penerbangan langsung Singapura-Tanjungpandan.

Kunjungan Wisatawan Singapura Baru 40 Persen
Istimewa
HEADPHOTO, Wisatawan mancanegara disambut dan diajak menari campak oleh Sanggar Anggrek 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Staf Khusus Bidang Infrastruktur Menteri Pariwisata Republik Indonesia Judi Rifajantoro mengatakan, untuk mengoptimalkan kunjungan wisatawan Singapura ke Belitung dibutuhkan konsistensi penerbangan langsung Singapura-Tanjungpandan. 

Rute penerbangan ini sudah dibuka sejak tanggal 28 Oktober 2018, menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

"Sekarang baru 40 persen, target kami sampai dengan akhir April 2019 nanti 70 persen," kata Judi kepada Pos Belitung, Rabu (16/1) usai melakukan rapat internal di Hotel BW Suite.

Baca: Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan, Transportasi ke Negeri Laskar Pelangi Semakin Sulit

Ia mengungkapkan, untuk menarik kunjungan wisatawan berbagai strategi pemasaran harus lebih diintensifkan lagi, selain itu juga pembenahan airport.

"Jadi selanjutnya nanti harus betul - betul semua dioptimalkan. Karena ini (Belitung) destinasi baru, jadi Airportnya harus ekstra memang. Kami harus sabar untuk memperkenalkan Belitung di Singapura," ujarnya.

Judi menambahkan, pelaku pariwisata bisa meramu paket wisata yang menarik bagi wisatawan. Tujuannya juga untuk memperkenalkan destinasi Pulau Belitung.

"Kalau langsung bisa kaget, dan mereka (wisatawan) belum mengetahui tentang Belitung. Jadi sekarang kami mau buat seimbang dulu. Branding itu bisa dimana - mana untuk memperkenalkan Belitung dan semua akan coba dioptimalkan, tapi bisa sambil jalan dengan promosi bersama travel agen," ucapnya.

Tentunya, lanjut Judi, untuk menarik lebih banyak jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke Belitung, seluruh operasional berwisata seperti hotel, makanan, tiket pesawat, transportasi lain harus lebih murah dibandingkan daerah yang memiliki destinasi wisata lain di Indonesia.

"Karena kalau nanti ada yang lebih murah, misalkan ke Langkawi, maka wisatawan itu akan ke destinasi itu dulu, dan tentunya harus dibikin menarik," pungkasnya. (POSBELITUNG/DISA ARYANDI)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved