Simposium IDAI Babel : ASI dan MP ASI Penting untuk Cegah Stunting

Babel adalah wilayah dengan angka stunting yang tinggi. ASI dan MP ASI penting untuk mencegahnya dan menekan angka stunting ini

Simposium IDAI Babel : ASI dan MP ASI Penting untuk Cegah Stunting
(BANGKA POS/ DEDY QURNIAWAN)
Peserta simposium ASI dan MP ASI Penting untuk Cegah Stunting yang digelar IDAI Babel di Bangka City Hotel, Minggu (20/1/2019). 

POSBELITUNG.CO  - Sekitar 255 peserta dari berbagai kalangan lintas profesi mengikuti simposiom ASI dan Makan Pendamping (MP) ASI Penting untuk Cegah Stunting yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Bangka City Hotel, Minggu (20/1/2019) pagi.

Para peserta terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, hingga masyarakat umum. Selain isu stunting yang sangat penting untuk dijadikan perhatian, simposium juga digelar untuk memperingati tepat satu tahun berdirinya IDAI Babel pada 18 Januari 2019 lalu.

Ketua Pelaksanan Simposium, dr Baiq Watik Sp.A menuturkan, Babel adalah wilayah dengan angka stunting yang tinggi. ASI dan MP ASI penting untuk mencegahnya dan menekan angka stunting ini.

"Di Babel ini memang masih 30,8 persen untuk kondisi stuntingnya. Focus dan locus-nya itu ada di Kabupaten Bangka dan Bangka Barat," ucap Baiq.

Simposium digelar sebagai sarana dan upaya belajar bersama-sama untuk menekan angka stunting. Apalagi mayoritas peserta simposium ini adalah bidan.

"Mereka jadi garda terdepan. Saat bayi lahir, umumnya langsung ketemu bidan. Mereka diharapkan mampu memberikan edukasi pemberian ASI ekskulusif selama enam bulan, dan setelah itu diteruskan dengan makanan pendamping ASI," ujarnya.

Sebanyak tiga ahli dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinalasia) Pusat Jakarta menjadi pemateri pada acara ini. Mereka adalah Nurmaidah, Amkeb, CIMI, Hesti Kristina P. Tobing, SKM, ICMI, IBCLC, dan Ayu Anggraini, DP, SKM, MPH(M).

Menurut dr Baiq, ASI makanan utama yang sangat vital bagi bayi berusia 0-6 bulan. Kandungan gizinya sangat cukup dibandingkan asupan apapun.

Setelah enam bulan ASI ekslusif, bayi masih perlu diberikan ASI disertai dengan makanan pendamping untuk mencukup kebutuhan nutrisinya.

"ASI sangat bagus untuk tumbuh kembang bayi ke depan dan mencegah stunting. Tentu perlu dikuti dengan mengonsumsi makanan yang bergizi oleh ibunya. Makanya simposium ini digelar untuk memberikan edukasi, di antaranya supaya ibu-ibu berkomitmen memberikan ASI ekslusif," tutur Baiq. (BANGKAPOS.COM / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved