Wajib Rekam Biometrik Turunkan Jumlah Jemaah Umrah Indonesia hingga 25 Persen

Padahal, menurutnya, Indonesia tengah berupaya meningkatkan jumlah jamaah umrah. Namun, kebijakan tersebut justru menjadi penghambat bagi jemaah.

Wajib Rekam Biometrik Turunkan Jumlah Jemaah Umrah Indonesia hingga 25 Persen
KONTAN/MURADI
ILUSTRASI. Gerai perekaman biometrik untuk visa Arab Saudi melalui VFS Tasheel. KONTAN/MURADI 

POSBELITUNG.CO - Kebijakan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa untuk jamaah haji dan umrah menyurutkan minat jamaah asal Indonesia pergi ke tanah suci.

"Benar jemaah umroh Indonesia turun 20 persen hingga 25 persen," ujar Ketua Harian Permusyawarakatan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) Artha Hanif saat dihubungi kontan.co.id, Senin (21/1).

Padahal, menurutnya,  Indonesia tengah berupaya meningkatkan jumlah jamaah umrah. Namun, kebijakan tersebut justru menjadi penghambat bagi jemaah Indonesia.

Berdasarkan keterangan Artha, jumlah jamaah umroh Indonesia tahun 1439 Hijriah sebanyak 1.000.500 orang. Proses biometrik dinilai memberatkan calon jemaah terutama yang berada di daerah.

"Kebanyakan calon jemaah di daerah dan pulau menunda keberangkatan karena mereka mesti mengumpulkan tambahan biaya," jelas Artha.

Biaya tersebut untuk transportasi menuju lokasi rekam biometrik. Selain biaya, kebijakan rekam biometrik sebagai syarat visa juga menambah waktu pengurusan.

Artha mengatakan tidak mudah bagi calon jemaah untuk mendapatkan jadwal rekam biometrik. Hal itu mengganggu jadwal keberangkatan calon jemaah yang sebelumnya telah disusun oleh pihak biro perjalanan.

Proses rekam biometrik tersebut diminta untuk tidak mempersulit jamaah. Meskipun bila menjadi kewajiban yang ditentukan oleh pihak Arab Saudi, Indonesia wajib patuh.

"Poinnya kalau biometrik ini wajib permudah saja prosesnya pada saat keberangkatan calon jemaah di bandara, bisa bekerja sama dengan imigrasi kita," jelas Artha.

Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan rekam biometrik sebagai syarat pembuatan visa haji dan umrah. Selain itu kerajaan Arab Saudi juga menunjuk perusahaan swasta VFS Tasheel sebagai penyelenggara rekam biometrik di Indonesia. (*)

Berita ini telah dipublikasikan di Kontan dengan judul  Wajib Rekam Biometrik Surutkan Jumlah Jamaah Umrah ke Tanah Suci

Tags
Umrah
Visa
Editor: tidakada011
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved