Breaking News:

Keluarga Nilai Penutupan Fasilitas Upaya Lion Air Membungkam Pihak Korban

Koordinator Keluarga Korban mengatakan ditutupnya fasilitas penginapan untuk keluarga korban dinilai sebagai upaya dari Lion Air mempersulit

Surya Tribunnews
black box Lion Air 

POSBELITUNG.CO   -- Keluarga korban pesawat Lion Air hingga saat ini belum mendapatkan hak sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan.

Hingga saat ini mereka masih mengharapkan itikad baik dan rasa kemanusiaan pihak manajemen Lion Air dan pemerintah.

K. Irfan Affandi, Koordinator Keluarga Korban mengatakan ditutupnya fasilitas penginapan untuk keluarga korban dinilai sebagai upaya dari Lion Air mempersulit dan membungkam keluhan keluarga korban.

"Kalau ditutup kami akan tambah sulit berkoordinasi dengan keluarga-keluarga korban lainnya. Selama ini saja sudah dipersulit, banyak yang melanggar aturan. Padahal cukup ikut aturannya, bayar hak korban dan pencarian dilakukan, sudah selesai kok. Sudah seperti ini pemerintahnya kemana," ujar Irfan saat ditemui di Novotel Bangka, Rabu (23/1/2019).

Keluarga korban pesawat Lion Air di posko Novotel Bangka, Rabu (23/1/2019).
Keluarga korban pesawat Lion Air di posko Novotel Bangka, Rabu (23/1/2019). (Bangka Pos / Hendra)

Kehadiran pemerintah tambah Irfan sangat tak dirasakan sekali. Hak korban, yang tertuang dalam aturan perundangan yang dibuat oleh pemerintah tak dilaksanakan oleh pihak Lion Air.

"Kita cuma inginkan aturannya jangam berbelit-belit. Ini diminta juga silsilah warisan dari atas sampai ke bawah. Kayak seperti hukum warisan dalam agama saja. Padahal dalam aturannya cukup satu ahli waris saja selesai, tidak perlu mencari data keluarga dari kakek, nenek. Dari kartu keluarga saja sudah cukup," kata Irfan mewakili keluarga korban lainnya.

Keluarga korban berharap pihak Lion Air memiliki nurani dan rasa kemanusiaan, serta itikad baik menyelesaikan masalah ini. Pemerintah yakni Presiden jangan diam saja ketika hak-hak rakyat yang diatur perundang-undangan diabaikan.

Sementara Dedy setiawan, Plt. Air Port Manajer Lion Air ditemui bangkapos.com, tidak bisa memberikan komentar.

"Memang ada edarannya. Cuma kita tidak bisa memberikan tanggapan," kata Dedy Setiawan.

(Bangka Pos / Hendra).

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved