BI Perwakilan Bangka Belitung Sebut Kondisi Ekonomi 2019 Membaik Dibanding Tahun Lalu

Tantan membeberkan prospek perekonomian Babel selama 2019 kedepan yang akan semakin membaik dibandingkan 2018 lalu yang penuh dengan tekanan.

BI Perwakilan Bangka Belitung Sebut Kondisi Ekonomi 2019 Membaik Dibanding Tahun Lalu
Bangkapos/Yudha Palistian
Capacity Building Wartawan Ekonomi Bangka Belitung, Bank Indonesia. 

POSBELITUNG.CO -- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung menggelar acara Capacity Building Wartawan Ekonomi Babel di Hotel Grand Tjokro, Bandung,  Kamis (31/1/2019).

Dalam pertemuan tahunan tersebut, yang diisi dengan materi-materi ekonomi hingga Jumat (1/2) mendatang,  Bank Indonesia KP Babel mengundang sekitar 25 media pilihan dari Bangka Belitung, satu diantaranya Bangka Pos 

Kepala Bank Indonesia Pewakilan Babel, Tantan Heroika,  mengungkapkan tujuan diadakan Capacity Building Wartawan Ekonomi Babel adalah Sinergi, Capacity Building dan Silatuhrami.

Menurutnya Sinergi antara Bank Indonesia dan Media sangat dibutuhkan, sebab media jembatan penghubung kepada masyarakat untuk menyampaikan infomasi dan edukasi.

"Capacity building merupakan yang dilakukan pada hari ini, yakni penguatan terhadap tugas Bank Indonesia agar semua elemen lebih memahami bahwa kami adalah lembaga independen tanpa bisa di interpensi pihak manapun," jelasnya.

Terakhir adalah menciptakan Silaturahmi yang terus-menerus,  baik dari Bank Indonesia kepada media, dan media terhadap media lainnnya.

Selain itu,  Tantan juga membeberkan prospek perekonomian Babel selama 2019 kedepan yang akan semakin membaik dibandingkan 2018 lalu yang penuh dengan tekanan.

"Jika 2018 lalu banyak sekali terjadi gejolak, salah satunya karena faktor dari eksternal seperti Perang dagang Eropa -China yang berdampak buruk pada perekonomian indonesia," ungkapnya.

Ia juga memprediksi tekanan global di tahun 2019 akan mengendur seiring dengan pelambatan laju kenaikan suku bunga The Fed. Meski demikian, BI bakal meneruskan kebijakan stabilisasi yang sudah dilakukan pada tahun 2018. 

"Moneter tetap pro stability (stabil), makro prudential, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta ekonomi dan keuangan syariah akan pro growth (tumbuh)," tutupnya. 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved