Breaking News:

Masih Banyak Kebocoran, Pengelolaan Parkir Kendaraan di Belitung Belum Terpadu

Empat pengelolaan parkir kendaraan ini, hingga kini belum terpadu. Sehingga diperkirakan bisa mengalami kebocoran

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi lahan parkir yang ada diseputaran pertokoan Pasar Tanjungpandan, Kamis (31/1). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Ada empat sumber pendapatan asli daerah (PAD) tentang pengelolaan parkir di Kabupaten Belitung.

Empat sumber PAD parkir ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung, UPTD Pasar Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Belitung, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Belitung, serta Koperasi Pasar Beruhun.

Empat pengelolaan parkir kendaraan ini, hingga kini belum terpadu.

Sehingga diperkirakan bisa mengalami kebocoran pada PAD.

Sebagian dari pengelolaan parkir itu, masih menggunakan sistem manual dan ada pula yang menggunakan karcis.

Sistem manual itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggunakan kontrak kerja dengan koordinator petugas parkir, dan ada pula OPD yang hanya sifat kerja sama biasa.

Namun petugas parkir itu, tetap harus memberikan 'setoran' setiap bulan kepada OPD untuk dijadikan PAD.

"Ya kalau secara umum sih masih banyak yang bocor, karena tidak semua lokasi potensi parkir memberikan restribusi kepada daerah. Terutama yang di pusat - pusat perbelanjaan," kata Kasi Perparkiran Firmawan didampingi Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupatan Belitung Bastiar kepada Pos Belitung, Kamis (31/1).

Khusus untuk pengelolaan parkir di Dinas Perhubungan (Dishub), sekarang masih menggunakan sistem kontrak.

Terdapat 24 orang juru parkir di seputaran kota Tanjungpandan sudah bekerjasama dengan Dishub untuk pengelolaan parkir.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved