Breaking News:

Manajer Galeri KUMKM Belitung Berharap Maskapai Tak Hapuskan Bagasi Gratis

Secara tidak langsung berefek pada volume belanja produk oleh-oleh yang ada di UKM, dalam hal ini di Galeri

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Suasana Galeri KUMKM Belitung di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan, Jumat (1/2/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Terkait penghapusan layanan bagasi gratis, maka wisatawan sudah memperhitungkan seberapa banyak mereka harus bawa oleh-oleh.

Bahkan ada yang langsung menimbang kotak kardus agar segera tahu berat dari oleh-oleh yang dibawa.

Itu sudah memberi sinyal, wisatawan sudah memperhitungkan biaya bagasi yang harus dikeluarkan agar tidak melebihi kapasitas yang ditetapkan maskapai.

Hal ini disampaikan Manajer Galeri KUMKM Belitung Sulaiman Ichsan, Jumat (1/2/2019).

"Secara tidak langsung berefek pada volume belanja produk oleh-oleh yang ada di UKM, dalam hal ini di Galeri KUMKM," ujarnya.

Menurutnya, wisatawan pun akan langsung membatasi terutama pembelian produk yang berat, kecuali bagi produk-produk yang dinilai unik, spesifik, dan bermanfaat.

Sehingga pelaku UKM pun harus memiliki produk yang spesifik, unik, dan mampu menunjukkan daya saing.

"Misalnya produk unik, tidak bisa ditemukan di tempat lain, kemudian dari segi kemasan juga unik. Apa nanti menggunakan bahan-bahan lokal, tidak lagi menggunakan kemasan plastik, itu akan menjadi keunikan.

Atau produk itu mampu membangkitkan selera sehingga begitu orang mendengar langsung membayangkan kenikmatan produk tersebut," jelasnya.

Sehingga UKM sudah harus bisa melakukan seleksi terhadap produk. Mana produk yang memang memiliki pasar yang bagus.

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved