Tahun Ini Pegadaian Mengincar Jualan Emas 5,2 Ton

Pegadaian Galeri24 menargetkan penjualan emas sebanyak 5,2 ton di tahun 2019

Tahun Ini Pegadaian Mengincar Jualan Emas 5,2 Ton
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Penjaga toko memperlihatkan emas batangan 100 gram di Toko Emas Buana, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. 

POSBELITUNG.CO - Pegadaian Galeri24 menargetkan penjualan emas sebanyak 5,2 ton di tahun 2019. Anak usaha hasil spin off PT Pegadaian ini telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi target tersebut.

CEO Pegadaian Galeri24 Arifmon optimistis bisa memenuhi target tersebut. Penyebabnya kondisi pasar penjualan emas terus berkembang dan meningkat. Galeri24 fokus menjual berbagai produk, seperti logam mulia, perhiasan emas dan batu mulia. 

"Antusias pasar emas masih ada, apalagi pertumbuhan kelas menengah dan penduduk makin besar. Di samping itu, berdasarkan data Kementerian, industri mengalami pertumbuhan rata-rata 5% per tahun," kata Arifmon, Kamis (30/1/2019).

Adapun target pasar adalah masyarakat pekerja 60%, perusahaan 15%, ibu rumah tangga 15% dan komunitas 10%. Untuk saat ini, nasabah Pegadaian Galeri24 sudah mencapai ribuan orang.

Agar mencapai target, Galeri24 telah menyiapkan sejumlah strategi, dari meningkatkan literasi masyarakat mengenai produk emas di masyarakat. Perusahaan pelat merah ini juga bakal menambah lima toko baru yang tersebar di daerah Jabodetabek.

Awal tahun 2019, Galery24 telah memiliki 43 distro yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan beberapa diantaranya berada di cabang Pegadaian. 

Strategi lain, dengan mengadakan pameran Jewelry Fair bersama brand perhiasan ternama seperti UBS, Lotus, HWT dan Hala Hold. 

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto mengatakan, Pegadaian hanya boleh menjalankan bisnis pembiayaan atau gadai. 

Sementara jual beli emas, bukan masuk kategori bisnis pembiayaan tetapi perdagangan. 

"Jual beli emas itu tidak boleh masuk ke industri keuangan, tapi masuk ke perdagangan. Maka dari itu, kami harus memisahkan agar tetap bisa berdagang emas," terangnya.

Pemisahan unit usaha perdagangan emas ini untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 31/POJK.05/2016 Tentang Usaha Pergadaian. Aturan tersebut menyebutkan, bahwa Pergadaian adalah segala usaha yang menyangkut pemberian pinjaman dengan jaminan barang-barang bergerak, jasa titipan, jasa taksiran, termasuk bisnis berdasarkan prinsip syariah.

Editor: tidakada014
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved