Direktur LPPOM Babel Imbau Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Sebelum 17 Oktober

Tahun ini Gubernur Bangka Belitung pun mamfasilitasi 41 pelaku usaha Belitung untuk sertifikat halal ini, juga ada kuota

Direktur LPPOM Babel Imbau Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Sebelum 17 Oktober
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung Nardi Pratomo, Jumat (15/2/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung Nardi Pratomo mengatakan hingga 2018 ada lebih dari 200 sertifikat halal yang dikeluarkan pihaknya bagi pelaku usaha pangan di Pulau Belitung.

Dari jumlah tersebut ada sekitar 92 sertifikat halal bagi pelaku usaha Belitung Timur dan sekitar 130 sertifikat halal di Belitung.

"Tahun ini Gubernur Bangka Belitung pun mamfasilitasi 41 pelaku usaha Belitung untuk sertifikat halal ini, juga ada kuota 30 fasilitasi sertifikat halal di Belitung Timur," katanya Jumat (15/2/2019).

Menurutnya di Belitung pada 2019, tak kurang dari 200 sertifikat halal akan dikeluarkan. Hal ini melihat jumlah usaha yang kini sedang proses audit yang dilakukan pihaknya.

Bagi pemilik usaha yang sedang proses sertifikasi halal yang difasilitasi pemerintah provinsi, Nardi menjelaskan pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Tanjungpandan dan Manggar.

Lalu Maret akan diturunkan auditor untuk mengaudit UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) tersebut.

"Targetnya sebelum puasa UKM yang dinyatakan lulus dapat memegang sertifikat halal, agar pemasaran produk kebutuhan lebaran lebih leluasa," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau pelaku usaha agar segera mengurus sertifikat halal karena per 17 Oktober 2019 akan segera diterapkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang sistem jaminan halal sehingga sertifikat halal harus dimiliki usaha pangan.

"Jadi ada beberapa kategori, bagi yang sudah bersertifikat halal tapi tidak menjaga kehalalan ada ancaman pidana.

Kemudian bagi yang belum memiliki sertifikat halal tapi berani memasang logo halal atau tulisan halal 100 persen, padahal belum memiliki sertifikat halal dari lembaga yang berwenang ada ancamannya," ujar Nardi.

Bagi yang ingin menjual produk, kalau belum memiliki sertifikat halal maka harus ditulis diproduknya, belum halal. 

"Kami kasian melihat kesiapan. Di Babel jumlah sertifikat halal baru sekitar 912. Sedangkan jumlah UKM khusus makanan dan minuman itu ada 15 ribu," katanya.

"Imbauan masyarakat karena sertifikat halal wajib, segera merapat ke dinas terkait atau kepala daerah untuk konsultasikan masalah ini. Mudah-mudahan ada solusi," imbuhnya. (Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: tidakada016
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved