Supermoon Nanti Malam, BMKG Imbau Soal Cuaca di Pesisir hingga Adab Bersikap dan Bertobat
Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.
Penulis: Edy Yusmanto CC |
POSBELITUNG.CO - Malam ini, fenomena supermoon bisa dirasakan.
Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai pasang maksimum air laut saat terjadinya fenomena Supermoon, Selasa (19/2/2019).
Sebelum itu, ada yang tahu gak sebenarnya bulan super atau supermoon itu apa?
Bangkapos.com sudah merangkum sejumlah fakta menarik soal supermoon.
Dilansir dari wikipedia menyebutkan bulan super adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee).
Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi.
Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.
Fenomena bulan super sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005.[2] Pada 19 Maret 2011,[3] bulan super akan mengalami jarak terdekatnya dalam 18 tahun terakhir, dengan prakiraan jarak sekitar 356577 kilometer (221567 mi).
Pada 19 Maret, fenomena perigee bulan, yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari, terjadi bersamaan dengan bulan purnama yang muncul tiap 29 hari.
Ketika perigee bulan terjadi bersamaan dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama.
Bulan super kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya bulan super hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu.
Namun, bulan super tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi, pengaruh dari fenomena bulan super ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.
Pengaruh fenomena bulan super terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan bulan super, bulan mengalami gempa.
Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para astronot Apollo 11 di bulan.
Istilah bulan super pertama kali dikemukakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979
Imbauan BMKG
Supermoon besok malam akan terasa istimewa sebab menjadi Supermoon terbesar sepanjang 2019.
Fenomena Supermoon terjadi saat bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi, yaitu di titik perigee.
Dilansir dari BMKG, posisi bulan akan berada dalam jarak 363.300 Km dari Bumi, besok malam.
Oleh karena itu, Bulan akan tampak lebih besar sekitar 14 persen dari ukuran biasanya saat purnama.
Namun, bila dilihat dengan mata telanjang, belum tentu kita bisa melihat perbedaannya.
Jika dilihat dengan bantuan teropong atau teleskop, Bulan akan terlihat besar dan terang.
Selain itu, Bulan akan terlihat lebih terang 30 persen dibandingkan saat purnama.
Masih dari BMKG, Bulan akan masuk di titik perigee (titik terdekat dari Bumi) pada pukul 16.02 WIB.
Sementara puncak Bulan purnama, akan terjadi pada pukul 22.53 WIB.
Selain Bulan tampak lebih besar dan terang, ada satu hal lain yang wajib diwaspadai masyarakat saat Supermoon besok malam.
Terutama bagi warga yang tinggal di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan.
BMKG meminta masyarakat mewaspadai pasang maksimum air laut yang terjadi pada Selasa besok malam.
Mengutip dari siaran pers BMKG, fenomena Supermoon akan memengaruhi pola pasang maksimum air laut di Indonesia.
Terutama di wilayah Pesisir utara Jakarta; Pesisir utara Jawa Barat; Pesisir utara Jawa Tengah; Pesisir utara Jawa Timur; dan Pesisir Kalimantan Barat
Dampak pasang maksimum air laut ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.
Serta aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari fenomena Supermoon.
Adab Sambut Gerhana Bulan
Dikutip dari nu.or.id, gerhana bulan atau gerhana matahari adalah fenomena alam biasa.
Dua kejadian tersebut menjadi bagian dari ayat kauniyah yang biasanya dibedakan dari ayat qauliyah (Al-Qur’an).
Ayat berarti tanda. Maksudnya, representasi dari kemahabesaran Allah, yang seharusnya membuat manusia kian meresapi kehadiran-Nya dan meningkatkan intensitas penghambaan.
Dalam Islam gerhana matahari dikenal dengan sebutan kusufus syamsi dan gerhana bulan dikenal dengan sebutan khusuful qamar.
Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menyampaikan terkait dengan peristiwa gerhana bulan.
Menurutnya, Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 437) menyebutkan beberapa adab menyambut gerhana bulan sebagai berikut:
آداب الخسوف: دوام الفزع، وإظهار الجزع، ومبادرة التوبة، وترك الملل، وسرعة القيام الى الصلاة، وطول القيام فيها، واستشعار الحذر.
Artinya: “ Senantiasa memiliki rasa takut, menampakkan rasa haru, segera bertobat, tidak bersikap mudah bosan, segera melaksanakan shalat, berlama-lama dalam shalatnya dan merasakan adanya peringatan.”
Dari kutipan di atas dapat diuraikan ketujuh adab menyambut gerhana bulan sebagai berikut:
1. Memiliki rasa takut
Sepanjang peristiwa gerhana sebaiknya seseorang menunjukkan rasa takut di hadapan Allah SWT dan bukan rasa takut atas peristiwa gerhana itu sendiri.
Rasa takut itu sangat penting dalam rangka membentuk kartakter takwa kepada Allah-Nya.
Tanpa rasa takut sudah pasti seseorang akan mudah melakukan kemaksiatan.
2. Menampakkan rasa haru
Sepanjang peristiwa gerhana sebaiknya seseorang menampakkan rasa haru atas peristiwa gerhana di hadapan Allah SWT.
Bagaimanapun peristiwa ini merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta sekaligus Sang Penguasa langit, bumi serta seluruh alam berserta seluruh isinya.
3. Segera bertobat
Salah satu rangkaian bertobat adalah membaca istighfar. Hal ini dapat dilakukan, misalnya, ketika duduk di dalam masjid sambil menunggu saat iqamah.
Dalam rangkaian shalat gerhana, khatib dalam doanya sewaktu khutbah mengucapkan istighfar dengan banyak memohon ampunan kepada Allah SWT, dan doa ini diamini oleh para jamaah.
4. Tidak bersikap mudah bosan
Sepanjang gerhana terjadi sebaiknya seseorang merasa betah menyambut peristiwa ini hingga selesai rangkaian pelaksanaan shalat gerhana.
Shalat gerhana memang cenderung memakan waktu lebih lama dari pada shalat-shalat lainnya karena dalam setiap rakaatnya rukuk dilakukan dua kali.
Demikian pula ketika khutbah disampaikan sebaiknya seseorang dapat mendengarkan isi nasihat-nasihatnya dengan khusyu’ dan khidmat.
5. Segera melaksanakan shalat
Begitu gerhana bulan terjadi, shalat khusuf ini sebaiknya segera dimulai dan dilakukan secara berjamaah.
Baik laki-laki maupun perempuan disunnahkan melaksanakan shalat gerhana.
6. Berlama-lama dalam shalatnya
Shalat gerhana berlangsung dua rakaat namun memakan waktu lebih lama dari pada shalat-shalat lainnya karena dalam setiap rakaat terdapat dua ruku’.
Ini artinya dalam setiap rakaatnya dilakukan bacaan al-fatihan dan surah lainnya dua kali karena berdirinya juga dua kali sehingga total rukuk dan bacaan al-fatihah serta surah lainnya adalah empat.
7. Merasakan adanya peringatan
Sepanjang shalat gerhana sebaiknya seseorang merasakan adanya peringatan terkait peristiwa gerhana bahwa hal itu merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah sebagai Sang Pencipta sekaligus Sang Penguasa langit dan bumi serta seluruh alam berserta seluruh isinya.
Untuk itu diharapkan dengan melaksanakan shalat gerhana seseorang akan meningkat ketakwaannya kepada Allah SWT.
Ketujuh adab tersebut sebaiknya dilakukan secara utuh sebab dapat meningkatkan kesadaran kita akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Hal yang tak kalah penting dari menyambut peristiwa gerhana ini adalah adanya kesadaran kita akan perlunya memperhatikan kejadian-kejadian alam sebab hal ini dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT (bangkapos/alza)
Supermoon dan Super Snow Moon
Tahukah kamu, Supermoon 19 Februari 2019 malam ternyata disebut juga dengan Super Snow Moon.
Untuk kedua kalinya fenomena langit supermoon akan terjadi di 2019 ini, tepatnya pada tanggal 19 Februari besok malam.
Sebelum supermoon 19 Februari mendatang, peristiwa langit yang sama sudah terjadi di 21 Januari beberapa waktu lalu dan Supermoon saat itu disebut sebagai Super Blood Wolf Moon.
Karena jarak antara Bumi dan Bulan yang lebih dekat, Bulan akan terlihat lebih besar daripada biasanya sehingga kita bisa mengamatinya lebih jelas lagi.
Dilansir dari artikel Bobo.Grid.Id yang tayang pada Minggu (17/02/2019) di berbagai belahan dunia, bulan purnama di bulan Februari disebut sebagai Super Snow Moon.
Penanggalan petani di zaman dahulu lah yang menyebutnya Snow Moon.
Ini karena di beberapa bagian di dunia cuacanya sedang sangat dingin dan bersalju.
Nah, di tahun ini bulan purnama Snow Moon akan jatuh bertepatan dengan fenomena Supermoon.
Nah, bedanya dengan Super Blood Wolf Moon adalah, bulan tidak akan berubah warna jadi kemerahan saat fenomena Super Snow Moon.
Namun, cahaya dari bulan akan sangat terang karena merupakan bulan purnama.
1. Supermoon Terbesar di Tahun 2019
Fenomena Supermoon kali ini akan jadi yang terbesar di sepanjang tahun 2019, lo.
Ini karena bulan akan berada di perigee tedekat dengan Bumi.
Kira-kira, posisi bulan akan berada dalam jarak 356,761 kilometer dari Bumi.
Namun, jika kita melihat dengan mata telanjang, kita belum tentu bisa melihat perbedaannya.
Jika dilihat dengan bantuan teropong atau teleskop, bulan ini akan terlihat besar dan terang.
2. Peristiwa Langit Lainnya yang Terjadi saat Super Snow Moon
Karena berada di rasi bintang Leo, saat fenomena Super Snow Moon bulan akan berada di bujur langit yang sama dengan bintang Regulus.
Bintang Regulus adalah bintang yang paling terang dalam konstelasi Leo.
Selain itu akan ada planet yang berada di titik yang sama juga. Yaitu ada Venus dan Saturnus. Kemudian ada Merkurius dan juga Neptunus.
Rasi bintang Orion juga akan terlihat terang di bagian langit timur dan tenggara.
Rasi bintang lainnya yang terlihat ada Taurus, Gemini, dan Canis Major. Canis Major ini tempat tinggal bintang paling terang di langit malam yaitu Sirius.
3. Penjelasan mengapa jarak Bulan Bumi berubah-ubah
Kalau Supermoon terjadi saat Bulan berada pada titik terdekat, berarti ada saatnya Bulan berada pada titik terjauh.
Jawabannya adalah karena orbit Bulan saat mengelilingi Bumi itu tidak bulat sempurna, tapi berbentuk elips atau oval, sama seperti orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Orbit berbentuk elips inilah yang membuat jarak Bulan ke Bumi itu berubah-ubah.
Maka itu, kadang Bulan berada di titik terjauh, tapi bisa juga Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.
Namun, kalau dihitung secara keseluruhan, jarak antara Bumi dan Bulan itu rata-rata sekitar 384 kilometer.
Dilansir dari Kompas.com dari Earthsky, Supermoon adalah bulan baru atau purnama yang terjadi saat Bulan berada dalam rentang 90 persen dengan jarak terdekatnya dengan Bumi.
Sepanjang malam tersebut, bulan akan muncul 7 persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari biasanya.
Di Indonesia, Supermoon sendiri baru ramai dibicarakan pada tahun 2011.
Peristiwa ini akan menujukkan ukuran bulan yang tampak lebih besar hingga 14 persen dari biasannya.
Fenomena Supermoon biasa terjadi hingga 6 kali dalam setahun.
5. Tak akan ada bencana alam
Peristiwa Supermoon ini tidak akan menyebabkan terjadinya bencana alam di Bumi.
Masih dari Bobo.Grid.ID, saat Bulan berada dalam fase baru dan purnama, memang hal ini berdampak pada pasang-surut air laut.
Supermoon juga memang membuat air laut menjadi naik sekitar 5 sentimeter karena adanya tarikan gravitasi yang lebih besar daripada biasanya.
Namun, peristiwa ini tidak akan membuat manusia di Bumi mengalami bencana alam.
Jadi, tidak perlu takut ada Supermoon, ya.
Justru dengan adanya Supermoon, kita bisa mengamati Bulan lebih jelas lagi, terutama kalau kita menggunakan teleskop.
6. Hal yang harus diperhatikan saat ingin menyaksikan Supermoon
Bagi yang ingin melihat Supermoon, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini (dilansir dari artikel TribunJatim.com berjudul "Mau Menyaksikan Supermoon Malam Ini? Simak Nih 4 Hal yang Perlu Kalian Perhatikan".
Cuaca merupakan faktor pendukung dalam pengamatan Supermoon.
Tak hanya Supermoon, fenomena langit lainnya juga tak akan bisa dinikmati jika cuaca tak mendukung.
Sehingga diperlukan cuaca yang cerah untuk dapat mengamati fenomena ini.
- Tempat
Fenomena Supermoon merupakan fenomenan dimana bulan akan lebih besar dan terang dari biasanya.
Maka pilihlah tempat yang lebih gelap untuk mengamati fenomenan ini.
Pasalnya, cahaya terang akan menghambat proses pengamatan.
- Posisi bulan
Dilansir dari The Independent, pengamat juga perlu memperhatikan posisi bulan.
Posisisbulan terhadap horison atau cakrawala yakni garis semu antara permukaan bumi dan langit.
Pengamatan lebih baik dilakukan saat Supermoon dengan horizon alias saat mendekati terbit akan tenggelam.
Pasalnya, hal itu akan membuat bulan tampak lebih besar.
- Tempat yang lapang
Untuk mengamati fenomena Supermoon perlu memiliki tempat yang lapang.
Usahakan jangan memilih tempat yang dikelilingi oleh gedung bertingkat.
Pasalnya, hal itu akan menganggu pengamatan fenomena supermoon ini.
(Bangkapos.com/Banjarmasintpost/Wikipedia/BMKG)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/supermoon.jpg)