KPU Kabupaten Belitung Siapkan Berita Klarifikasi Terkait Perubahan DCT

Kalau terdapat caleg yang sudah tidak memenuhi syarat dan tetap memperoleh suara, maka suara tersebut

KPU Kabupaten Belitung Siapkan Berita Klarifikasi Terkait Perubahan DCT
posbelitung.co/dede s
Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Belitung Rezeki Aris Munzar menerima berita klarifikasi dari Lurah Parit Delina, Rabu (20/2/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Belitung Rezeki Aris Munazar melakukan berita klarifikasi menyambangi Lurah Parit Delina, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (20/2/2019).

Kedatangan Aris bertujuan mengumpulkan dokumen persiapan perubahan Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019 atas meninggalnya salah satu calon legeslatif dari partai Golkar, dapil Belitung dua, Kabupaten Belitung Yus Jonifudin.

Proses perubahan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor 31/P1/01.4.SD/‎06/KPU/1/2019 perihal calon tidak memenuhi syarat pasca penetapan DCT.

"‎Untuk almarhum Bapak Yus Jonifudin ini sesuai SE Nomor 31 itu, kami harus memiliki berita klarifikasi.

Makanya kami melakukan itu kepada DPD II Partai Golkar dan Kelurahan sesuai alamat yang tertera di e-KTP almarhum yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia," ujar Aris.

Ia menjelaskan dokumen berita klarifikasi tersebut menjadi bahan pendukung untuk memproses tampilan pada surat suara nantinya.

Oleh sebab itu, KPU Kabupaten Belitung akan melakukan rapat pleno perubahan Surat Keputusan DCT dan hasilnya akan disampaikan kepada KPU Provinsi Kepulauan Babel dan KPU RI.

"Jadi prosesnya berbeda dengan almarhum Muhtar Rasyid, karena pada saat ini SE KPU RI Nomor 31 belum terbit dan dami surat suara belum ditetapkan‎.

Jadi apakah nanti nama dari almarhum Yus Jonfudin muncul atau tidak di surat suara akan diputuskan oleh KPU RI," ungkapnya.

‎Meskipun demikian, lanjutnya, apabila nantinya caleg yang telh dicoret dari DCT masih terdapat di surat suara, maka KPU kabupaten kota akan membuat surat dinas yang memuat nama-nama caleg yang ditetapkan sudah tidak memenuhi syarat.

Selanjutnya akan diumumkan oleh KPPS di TPS masing-masing selama proses pemilihan berlangsung.

"Kalau terdapat caleg yang sudah tidak memenuhi syarat dan tetap memperoleh suara, maka suara tersebut dianggap sah sebagai suara politik. Surat suara ini kan sudah tercetak, kalau pun tetap dicoblos, maka suaranya tetap sah tapi untuk parpol," jelasnya.(*)



Penulis: Dede Suhendar
Editor: tidakada016
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved