Kriminalitas

Korban Pembunuhan Sadis di Merawang Ternyata Seorang Buruh Cetak Bata

Korban Pembunuhan Sadis di Merawang Ternyata Adalah Dommy yang Berprofesi sebagai Seorang Buruh

Korban Pembunuhan Sadis di Merawang Ternyata Seorang Buruh Cetak Bata
Istimewa
Pria Tewas di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Bangka 

Korban Pembunuhan Sadis di Merawang Ternyata Seorang Guru

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Korban pembunuhan sadis di Balunijuk, Merawang, Bangka Induk, ternyata adalah seorang guru.

Keterangan polisi menyebutkan, korban atas nama Dommy yang berprofesi sebagai buruh parik bata. Ia ditemukan tewas di sebuah rumah, Jumat (22/2/2019) petang.

Saat dilakukan olah TKP oleh puluhan anggota polisi, keluarga korban sempat menangis histeris. Mereka tak percaya, Dommy yang merupakan seorang buruh tersebut harus tewas dalam posisi mengennaskan.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih belum mengizinkan warga masuk ke TKP yang diberi batas garis polisi. Namun perlaham, warga mulai meninggalkan TKP.

Sebelumnya seorang pria berbadan kerempeng ditemukan tewas bersimbah darah.

Dari foto yang beredar, tampak korban adalah seorang pria yang hanya mengenakan celana dalam terlentang bersimbah darah.

Tampak di dada kirinya ada luka tusuk dan darah yang ada di sekitar tubuhnya.

Korban diduga diserang oleh pelaku tak dikenal. Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Bangka, Jumat (22/2/2019)malam.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsek Merawang Iptu R Gisel, Jumat (22/2/2019) malam menyatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara di TkP, diduga korban sempat melakukan perlawanan.

Namun diduga terjadi pertarungan tidak seimbang sehingga korban merenggang nyawa.

"Sepertinya korban sempat melawan, sebelum tewas," kata Kapolsek.

Kasat Rekairm AKP Rio RP dikonfirmasi terpisah, Jumat (22/2/2019) malam menyatakan, belum dapat memastikan siapa dan apa motif pembunuhan ini.

Polisi masing-maisng Polsek Merawang dan Satreskrim Polres Bangka sedang melacak kasus tersebut."Marsih diselidiki," katanya. (Riezky/Yuranda)

Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved